Berita Terbaru :
Pemkab Ngawi Belum Berani Buka Lokasi Obyek Wisata
Patroli New Normal, Rapid Tes Didapati 6 Org Reaktif
PGRI Jatim Usulkan KBM Dimulai Januari 2021
Begini Metode Kampanye Yang Akan Diterapkan Dalam Pilkada Serentak
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
   

Pengelolaan Wisata Pantai Boom Tuban Dikeluhkan Kumuh
Sorot  Sabtu, 01-08-2015 | 20:24 wib
Reporter : Khusni Mubarok.
Suasana pantai Boom yang Indah, namun dikeluhkan karena banyak Pungli dan kumuh. foto: khusni
Tuban pojokpitu.com, Wisata pantai Boom Tuban dikenal akan keindahan pantai dan rerimbunan pohon cemaranya. Namun pantai yang dulunya merupakan pelabuhan kerajaan majapahit ini, kini pengelolaannya banyak dikeluhkan wisatawan. Selain sampah yang menggunung di pinggir pantai, juga banyak ditemukan pungutan liar di lokasi wisata ini.

Wisata pantai Boom Tuban, yang terletak di kelurahan Sendangharjo, kecamatan kota, Tuban ini menjadi jujugan wisatawan dari dalam kota Tuban dan sekitarnya. Setiap hari, ratusan bahkan ribuan orang saat hari libur maupun akhir pekan datang ke tempat ini.
 
Pantai yang dulunya merupakan pelabuhan kerajaan majapahit ini dikenal akan keindahan pantai dengan rerimbunan pohon cemara. Selain itu, juga banyak fasilitas bermain untuk anak-anak.
 
Sayangnya, ramainya pengunjung, dimanfaatkan oleh sejumlah oknum demi meraup keuntungan pribadi. Petugas parkir misalnya, mereka kerap kali melakukan praktik nakal. Pengunjung membawa sepeda motor diberikan karcis parkir bertuliskan karcis masuk pelataran pasar Pemkab Tuban. Di situ tertera pembayaran Rp 500. Namun, dalam prakteknya, pengunjung dimintai uang Rp 2000, bahkan sampai Rp 5 ribu.
 
Jika dalam sehari rata-rata pengunjung wisata pantai Boom 500 orang, mereka membayar karcis 2 ribu per/orang. maka penghasilan tukang parkir ini mencapai Rp 22,5 juta.
 
Bukan hanya itu, pengelolaan tempat wisata ini juga perlu dipertanyakan. Pasalnya karcis masuk pantai Boom sebesar Rp 2.200 ditambah karcis biaya kesehatan sebesar Rp 700. Namun, pengelolaan sampah dan kebersihan tempat wisata ini cenderung diabaikan.
 
Di sisi kiri dan kanan pantai terdapat gunungan sampah dengan berbagai jenis dengan bau menyengat. Kondisi ini membuat sejumlah wisatawan yang datang merasa kecewa. Selain mengganggu keindahan, sampah ini juga membuat wisatawan tidak dapat bermain di pantai.
 
Belum ada konfirmasi dan keterangan dari pihak terkait. Namun, para pengunjung berharap pihak pengelola segera melakukan evaluasi, agar para pengunjung lain yang datang tidak merasa kecewa. (tur)
 






Berita Terkait

Pengelolaan Wisata Pantai Boom Tuban Dikeluhkan Kumuh
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  9 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  6 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  21 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  23 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber