Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
muktamar_NU_33 

Rois Syuriah Bantah Pernyataan Ketua PWNU Jatim Terkait Pemilihan Rois Aam
Jum'at, 31-07-2015 | 14:44 wib
Oleh : Dewi Imroatin
pojokpitu.com, Pernyataan ketua PWNU Jatim, KH Mutawakil Alallah yang menegaskan tidak bersikap mendukung pemilihan Rois Aam dilakukan secara musyawarah mufakat (Ahlul Halli Wal Aqdi/AHWA) ataupun voting langsung, mendapat respon keras dari Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar. Yang menegaskan seluruh kyai di Jatim mendukung pemilihan dilakukan secara AHWA. Bahkan untuk menguatkan pernyataannya para kyai besar dikumpulkan di kantor PWNU Jatim


Sebanyak 22 pengasuh Ponpes di Jatim dan Jateng merapatkan barisan di kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Surabaya. Para kyai menyerukan kepada seluruh Muktamirin agar senantiasa menjaga persatuan dan mengedepankan musyawarah mufakat (Ahlul Halli Wal Aqdi/AHWA) pada pemilihan kepemimpinan NU dalam Muktamar NU pada 1-5 Agustus 2015 di Jombang.

"Ahlul Halli Wal Aqdi sesuai dengan hasil Munas Alim Ulama NU pada 2 November 2014. AHWA dipandang  akan lebih maslahah (kebaikan) dan mengurangi mafasid (keburukan) dalam pemilihan," tegas KH Anwar Iskandar pimpinan rapat yang didampingi Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar

Alasan mereka mendukung AHWA dalam pemilihan Rois Aam PBNU dibandingkan voting karena menjaga martabat ulama sebagai pemegang amanat tertinggi NU dan tidak bertentangan dengan AD/ART.

"Pemilihan khulafaurrasyidin pada masa lalu adalah dipilih dan diangkat oleh AHWA atau musyawarah mufakat. Itu selalu dilakukan pada masa awal NU berdiri dan Muktamar NU di Situbondo tahun 1984," klaimnya.

Mereka yang hadir dalam rapat adalah KH Maimoen Zubair (Rembang, Jateng) dan yang dari Jatim adalah KH Anwar Manshur, KH Abdullah Kafabihi Machrus, KH Zainuddin Djazuli, KH Mas Mansur Thalhah, KH Miftachul Akhyar, KH Nurul Huda Djazuli, KH Idris Hamid, KH Mujib Imron, KH Mas Ahmad Subadar, KH Masbuchin Faqih, KH Jakfar Yusuf, KH Syafiuddin Wahid, KH Mahrus Malik, KH Syafrudin Syarif, KH Suyuti Thoha, KH Nasiruddin, KH Romadhon Khatib, KH Abdullah, KH Anwar Iskandar, KH Abdul Qadir Syamsul Arifin dan KH Cholil Asad Syamsul Arifin.

Disinggung pernyataan Kiai Mutawakil itu, Kiai Miftachul Akhyar yang sama-sama pimpinan PWNU Jatim membantahnya.

"Saya sudah tanya ke beliau, Kiai Mutawakil mengaku pernyataannya dipelintir, Saya tegaskan ulama NU Jatim telah sepakat AHWA. Ini bukan diarahkan, dalam agama, akidah, AHWA itu sesuatu yang benar," tegasnya.

kiai mifta menegaskan, Pernyataan sikap mendukung AHWA tidak ada maksud menjegal kandidat Rois Aam PBNU lain. "Saya ngomong ini sudah ambil alih keputusan PCNU se-Jatim, karena saya Rois Syuriah PWNU Jatim. Mereka harus patuh dan wajib taat," pungkas dengan intonasi tegas. (pul/**)




Berita Terkait


Kapolresta Sidoarjo : Pelaku Pembunuhan Itu Dipastikan Suami Siri Korban

Karena Permasalahan Rumah Tangga Suami Tega Bunuh Istri

Tim Jelajah Sepeda Nusantara Singgah di Malang

Benarkah Minum Kopi Bisa Melindungi Otak?


Pemkot Blitar Gelar Kegiatan Kemanusiaan

Arak-Arakan Gunungan Hasil Bumi

Gubernur Akan Putuskan Besaran UMK dan UMSK di Jatim 2019 Besok

Begini Cara PT KAI Manjakan Calon Penumpangnya, Dengan Menggelar Book Fair on Station
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber