Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Pilkada 

PDIP Surabaya Minta Presiden Terbitkan Perppu
Selasa, 28-07-2015 | 20:03 wib
Oleh : Edwin Jaka
pojokpitu.com, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Surabaya bersiap melakukan gugatan uji materi terhadap PKPU Nomor 12 Tahun 2015, tentang masa pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah di Mahkamah Agung.

Itu setelah hingga akhir masa pendaftaran yang dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, 26-28 Juli 2015, tidak juga memunculkan pasangan calon pesaing Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana.

Langkah tersebut diambil setelah sebelumnya, PDIP Surabaya melayangkan gugatan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Pilkada.

Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, Didik Prasetiyono membenarkan langkah tersebut. Didik siang tadi (28/7/2015), secara langsung mendatangi Kantor KPU Kota Surabaya, Jalan Adityawarman Surabaya.

"DPC diminta oleh DPP PDIP untuk memantau perkembangan terakhir masa pendaftaran Bacawali-Bacawawali," katanya. 

Kondisi perpanjangan masa pendaftaran pasangan Bacawali-Bacawawali karena hanya ada calon tunggal, dikatakan Didik tidak hanya terjadi di Surabaya. Itu juga terjadi di Kabupaten Pacitan dan Blitar.

"Dengan melihat kondisi seperti ini, PDIP Surabaya mendesak Presiden segera menerbitkan Perppu." terang alumni GMNI Surabaya ini.

Menurut dia hal itu sebagai solusi atas kebuntuan konstelasi politik saat hanya munculnya calon tunggal. Perppu ini diadaptasi dari proses Pemilihan Kepala Desa. Dimana jika hanya terdapat sepasang calon, ada dua opsi yang bisa diberikan. "Mengakui dan melantik secara sah (Calon Tunggal), atau mempersiapkan Bumbung Kosong," terang Didik. (mud)

Berita Terkait


Ketua KPU: Ada Ide Pemerintah Siapkan Perppu Calon Tunggal

PDIP Surabaya Minta Presiden Terbitkan Perppu


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber