Berita Terbaru :
Warung Makan Gratis, Bantu Warga di Tengah Pandemi
Survey ARC Indonesia, Elektabilitas Machfud Arifin Salip Eri Cahyadi
Anggota Fraksi Demokrat Turun Gunung All Out Menangkan Paslon No 1 di Pilkada Pacitan
Tol Krian Kebomas Gresik Sudah Beroperasi Per Desember
Kota Batu Masuk Zona Merah, Ketua Satgas Covid Sebut Ini Penyebabnya
Tersesat Saat Berusaha Kabur, Dua Maling Diamuk Massa
Penjagaan Logistik di Kecamatan Dijaga Selama 24 Jam
Warga Buduran Meninggal Dunia Saat Berolahraga
Antisipasi Kerawanan Pilkada, KPU Belum Distribusikan Surat Suara
Apel Pengamanan dan Simulasi Pilkada Dengan Terapkan Protokol Kesehatan
Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Jelang Pilwali, Kadinkes Bagikan Penghargaan, Wakil Ketua DPRD Surabaya Ingatkan Jaga Netralitas
Sejumlah Sekolah Masih Adakan Tatap Muka
Kenaikan Covid di Jatim Mencapai 460 Orang
Kapolres Malang Cek Kesiapan Bahan Material Pemungutan Suara
   

Manajemen Pertanian Sehat, Jadi Tempat Wisata Sekaligus Edukasi Pengendalian Hama
Mlaku - Mlaku  Minggu, 22-11-2020 | 10:35 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Sebuah destinasi wisata pertanian di Kabupaten Madiun, kini mulai dilirik banyak pengunjung. Lahan pertanian tersebut berkonsep wisata bunga bernama menagement tanaman sehat. Selain menikmati hamparan bunga, wisata ini juga dapat memberikan edukasi terkait pengendalian hama dan ketahanan pangan.

Sebuah agro wisata pertanian di Desa Klorogan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, menjadi perbincangan di media sosial. Wisata yang baru dibuka ini memberikan nuansa alam pedesaan dengan hamparan bunga bunga refugia dan berbagai tanaman pertanian.

Lahan pertanian ini juga cocok dijadikan tempat wisata edukasi tentang pengendalian hama dan ketahanan pangan.

Management Tanaman Sehat, itulah nama wisata yang dikelola oleh desa ini. Dalam pengelolaannya, management tanaman sehat atau mts ini juga melibatkan kelompok tani desa setempat.

Jupriyanto, Kepala Desa Klorogan, menjelaskan, alasan memilih tanaman bunga refugia sebagai icon wisata, karena diharapkan akan memberikan edukasi bahwa tanaman refugia ini dinilai sangat efektif dalam pengendalian hama utamanya adalah wereng.

Selain itu, sejumlah tanaman lain seperti sayur mayur, dan tanaman padi juga terlihat tumbuh subur dilahan 1 hektar ini. "Para petani menggunakan pupuk oraganik buatan sendiri, dan telah mampu mengendalikan hama dengan cara biologis seperti penanaman bunga refugia, tanpa menggunakan pestisida," terangnya.

Sehingga petani tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi dalam pengembangan pertanian sehingga menjadikan sebuah lahan pertanian yang ramah lingkungan.

Selain itu, sejumlah spot selfi disediakan di berbagai sudut agrowisata teranyar ini. Mulai spot foto berlatar belakang bunga yang penuh warna warni, hingga spot foto diatas menara berlatar belakang suasana alam pedesaan yang masih terlihat asri.

Sejauh ini, antusias masyarakat untuk berkunjung sudah mulai meningkat. terbukti banyak para wisatawan telah mengunjungi agrowisata satu ini. Tak hanya dari Madiun, namun juga dari berbagai daerah luar kota seperti Surabaya hingga Jakarta. (yos)

Berita Terkait

Manajemen Pertanian Sehat, Jadi Tempat Wisata Sekaligus Edukasi Pengendalian Hama

Kembali Dibuka, Wisata Edukasi Gerabah Rendeng Bojonegoro Masih Sepi Pengunjung

Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung

Smart Green House Polije Destinasi Baru Wisata Edukasi
Berita Terpopuler
Kawanan Begal Todongan Pistol Rampas Motor Milik Remaja
Peristiwa  8 jam

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Peristiwa  10 jam

Survey The Republic Institute: Penantang Berpeluang Terpilih
Pilkada  7 jam

Rektor UTM dan PTT Pemkab Bangkalan Terpapar Covid 19
Covid-19  8 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Alam Awan Berbentuk Cincin Ramai Diperbincangkan
Pojok Pitu

Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Jatim Awan

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber