Berita Terbaru :
Pilkada Menjadi Kewaspadaan Jangan Sampai Terjadi Klaster Baru
Terpidana Korupsi Panwaslu Kembalikan Uang Rp 151 Juta
Becana Hidrometereologi Sedang Mengacam Jawa Timur
   

Dokter Puskesmas Temukan Alat Monitoring Infus
Kesehatan  Senin, 16-11-2020 | 23:20 wib
Reporter : Zulkifli Zakaria
Lamongan pojokpitu.com, Prihatin dengan dengan banyak tenaga medis tertular covid 19, seorang dokter puskesmas di Lamongan berhasil menciptakan alat monitoring infus untuk menurunkan lama kontak tenaga medis dan pasien covid 19. Alat ini dipadukan dengan dengan internet of medical things, hasilnya alat ini bisa mengurangi lama kontak nya tenaga kesehatan dengan pasien covid.

Implementasi internet of medical things pada infusion monitoring assinstence untuk menurunkan lama kontak tenaga kesehatan kesehatan dengan pasien suspek covid 19 ini , disusun oleh dokter Arif Cholifaurohman dan staf nya Ahmad Cholifarudin.

Penyusunan alat ini sebagai rasa bentuk keprihatinan terhadap tingginya angka kematian tenaga medis di Indonesia akibat covid 19, yang jumlahnya mencapai 6,5 persen dan menjadi jumlah yang tertinggi di dunia.

Dengan terpasangnya alat ini di botol selang infus, maka tenaga medis bisa memantau lewat aplikasi secara online. Setiap tetes infus akan terpantau bahkan jika cairan dicampur kan juga akan terdeteksi jika jumlahnya kurang atau lebih.

Selain itu alat nanti akan berbunyi, laporan juga akan dikirim melalui apliaksi online sehingga tenaga medis tidak harus memantau secara manual, yang bisa berdampak pada lama nya interaksi tenaga medis dan pasien suspek covid 19.

Menurut dokter Taufik Hidayat, jubir gugus covid Kabupaten Lamongan , dengan ditemukan alat tersbeut, paling sedikit bisa membantu para medis untuk dalam melaksanakan tugas dan bisa meringankan beban tugas.

Sedangkan menurut dokter Arif Cholifaurohman dokter Puskesmas Sekaran, sekaligu penemu alat ini, mengatakan hal ini merupakan salah satu rasa keprihatin terhadap banyak tim medis yang menjadi korban covid 19 sehingga dia membuat alat tersebut.

Alat ini sendiri menggunakan development board TTGOT display yang menggunakan ESP3-2 dan dan menggunakan attiny 85, sensor phototransistor dan real time clock DS321. Untuk satu alat ini, tim inovator hanya membutuhkan biaya sebesar tujuh ratus lima puluh lima ribu rupiah.

Efektivitas alat ini akan terkendala jika diaplikasikan  di daerah yang tidaka da jaringan listrik dan intrenet. Alat ini juga masih memiliki kelemahan pada sensor sehingga masih perlu penyempurnaan.

Bahkan pihak Dinas Kesehatan berencana akan mempatenkan alat tersebut, dengan begitu paling tidak hal ini akan bisa membantu para tim medis yang saat ini sedang bertugas untuk menangani para pasien covid 19. (yos)

Berita Terkait

Dokter Puskesmas Temukan Alat Monitoring Infus
Berita Terpopuler
Becana Hidrometereologi Sedang Mengacam Jawa Timur
Politik  3 jam



Cuplikan Berita
Puting Beliung Terjang 2 Desa, Satu Rumah Roboh Puluhan Rusak
Pojok Pitu

Ratusan Anggota Linmas Demo Managemen Perumahan
Pojok Pitu

Pria 35 Tahun yang Lumpuh Mulai Mendapatkan Bantuan
Jatim Awan

Diterjang Angin Kencang, Belasan Rumah Porak Poranda
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber