Berita Terbaru :
TNBTS Tutup Pendakian Ke Gunung Semeru
Brio Ditabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu, Korban Alami Luka-Luka
Terbakar Cemburu, Bacok Tetangga Dengan Sabit
Razia Kos, Petugas Amankan 3 Pasangan Bukan Suami Istri, Salah Satunya Seorang Pegawai Negeri
Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumahnya
Tim Gugus Tugas Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Kantor DPPKAD Ponorogo
Terekam CCTV, Kawanan Pengamen Gondol Motor di Minimarket
1 Pegawai Meninggal dan 12 Positif, Kantor Pajak Ponorogo Di-Lock Down
Jelang Pemungutan Suara, Pemprov Jatim Gelar Rakor Kesiapan Pilkada 9
Diduga Belum Berizin, Proyek Diamond Village Juanda Disoal Warga
Sisir 18 Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan Lanjut Atas Kasus Penelantaran Bayi
Kasus Covid 19 Ponorogo Meningkat Signifikan
Tertimpa Dahan Pohon, Pengendara Motor Kritis
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Balita Korban Terseret Air Bah Ditemukan Meninggal
   

64.849 Peserta BPJS Kesehatan Akan Dinonaktifkan
Kesehatan  Senin, 26-10-2020 | 19:04 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Sebanyak 64.849 peserta BPJS Kesehatan di Surabaya akan dinonaktifkan, lantaran tidak memiliki nomor induk kependudukan yang sepadan dengan kartu kepesertaan.
Surabaya pojokpitu.com, Sebanyak 64.849 peserta BPJS Kesehatan di Surabaya akan dinonaktifkan, lantaran tidak memiliki nomor induk kependudukan yang sepadan dengan kartu kepesertaan.

Tercatat ada 41.488 peserta BPJS Kesehatan di Surabaya merupakan pensiunan yang tidak melengkapi kartu kepesertaan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Mereka akan dinonaktifkan kepesertaannya pada 1 November mendatang.

Sebanyak 23.361 data bayi di atas 3 bulan, yang ada di Surabaya, tidak melakukan update NIK untuk registrasi ulang. Bayi-bayi tersebut akan dinonaktifkan kepesertaannya mulai 1 Desember. Akibat penonaktifkan ini 64.849 peserta BPJS tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, baik di faskes 1 maupun rumah sakit, sebelum melakukan update data.

Wiedho Widiantoro, Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Surabaya menyebut, banyak peserta BPJS merupakan pensiunan yang kepesertaannya peralihan dari Askes. Hal ini membuat data NIK mereka tidak terupdate.

Pihaknya pun telah membantu memberikan pelayanan kesehatan, namun peserta tetap tidak melakukan update data. Sehingga kebijakan BPJS Kesehatan saat ini adalah menonaktifkan peserta.

"Peserta tidak bisa mendapatkan pelayanan sampai melakukan update data, dengan melampirkan KK dan KTP, saat pengajuan," kata Wiedho Widiantoro, Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Surabaya.

Wiedho mengakui, penonaktifan peserta baru dilakukan setelah mendapatkan konfirmasi dari pemerintah. Sehingga meski BPJS Kesehatan telah berjalan selama 6 tahun, penonaktifan peserta baru bisa dilakukan saat ini.(end)



Berita Terkait

64.849 Peserta BPJS Kesehatan Akan Dinonaktifkan

Ini Alasan Presiden Joko Widodo Ngotot Naikan Iuran BPJS

BPJS Kesehatan Akan Kembalikan Selisih Kelebihan Iuran Bulanan

Pembiayaan Pasien Covid-19 Dibebankan ke BPJS Kesehatan
Berita Terpopuler
Satu Keluarga Terseret Air, Satu Bayi Belum Ditemukan
Peristiwa  8 jam

Banjir Bandang Genangi Jalan Propinsi Pengendara Nekat Terobos Arus Banjir
Peristiwa  7 jam

Laskar Sakera dan DPAC Barisan Kader Gus Dur Bantur Siap Amankan Pilkada dan Duk...selanjutnya
Politik  12 jam

Gunung Semeru Terus Keluarkan Guguran Lava
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Tebing Dipadat Pemukiman Longsor, Rumah Warga Nyaris Ambruk
Pojok Pitu

Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Sejumlah Ruas Jalan Protokol Tergenang Banjir
Jatim Awan

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber