Berita Terbaru :
Razia Kos, Petugas Amankan 3 Pasangan Bukan Suami Istri, Salah Satunya Seorang Pegawai Negeri
Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumahnya
Tim Gugus Tugas Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Kantor DPPKAD Ponorogo
Terekam CCTV, Kawanan Pengamen Gondol Motor di Minimarket
1 Pegawai Meninggal dan 12 Positif, Kantor Pajak Ponorogo Di-Lock Down
Jelang Pemungutan Suara, Pemprov Jatim Gelar Rakor Kesiapan Pilkada 9
Diduga Belum Berizin, Proyek Diamond Village Juanda Disoal Warga
Sisir 18 Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan Lanjut Atas Kasus Penelantaran Bayi
Kasus Covid 19 Ponorogo Meningkat Signifikan
Tertimpa Dahan Pohon, Pengendara Motor Kritis
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Balita Korban Terseret Air Bah Ditemukan Meninggal
Humas Pemkot Sanggah Walikota Malang Terpapar Covid-19
Banjir Bandang Surut Warga Bersih-Bersih
Jalur Pantura dan Rumah Warga Terendam Banjir Bandang
   

Ubah Pandemi Jadi Rejeki
Malang Raya  Senin, 26-10-2020 | 01:08 wib
Reporter : Jefri Siswanda
Malang pojokpitu.com, Ubah pandemi jadi rejeki , seorang pengusaha konveksi asal Malang, Jawa Timur mengembangkan usaha masker etnik yang laku hingga pangs Eropa. Berkat usahanya kini ia juga meciptakan lapangan kerja baru bagi lingkungan sekitarnya.

Merebaknya pendemi global justru menjadi berkah bagi sebagian industri kreatif. Jeli melihat peluang, menjadi kunci meraih kesuksesan.  
Seperti konveksi masker etnik the mantra  di Pakisaji , Kabupaten Malang , Jawa Timur ini. Selama pandemi permintaan masker etnik melejit hingga hapir 100 persen.

Berawal dari ide si pemilik usaha , Yusi The Mantra yang membaca gerak arah fashion di masa pandemi  yang cenderung beralih ke pembuatan masker. Berbekal latar belakang kemampuan konveksi  yang dimilikinya, Yusi membuat tren fashion yang baru masker etnik dangan corak dan warna khas Indonesia.

Beragam masker etnik seperti batik, lurik dan motif dari bali menjadi favorit konsumen. Tak hanya pasar domestik , masker etnik the mantra , juga sukses  menembus Eropa sepeti Inggris dan Belanda.

Berkah dari masker etnik tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha namun juga lahan pekerjaan baru bagi warga setempat. Kedepannya Yusi berencana utuk mengembangkan produk lainnya seperti tas , clucth dan tote bag. (yos)





Berita Terkait

Sinergi Dunia Usaha dan Dunia Industri Cetak Wirausaha Bidang Teknologi

Ubah Pandemi Jadi Rejeki

Kurang Siap, Peserta Pameran Industri Kreatif Clothing Turun Persen

Memajukan Industri Kreatif Kota Surabaya Lewat Acara Geekfast
Berita Terpopuler
Satu Keluarga Terseret Air, Satu Bayi Belum Ditemukan
Peristiwa  7 jam

Banjir Bandang Genangi Jalan Propinsi Pengendara Nekat Terobos Arus Banjir
Peristiwa  7 jam

Laskar Sakera dan DPAC Barisan Kader Gus Dur Bantur Siap Amankan Pilkada dan Duk...selanjutnya
Politik  12 jam

Gunung Semeru Terus Keluarkan Guguran Lava
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Tebing Dipadat Pemukiman Longsor, Rumah Warga Nyaris Ambruk
Pojok Pitu

Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Sejumlah Ruas Jalan Protokol Tergenang Banjir
Jatim Awan

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber