Berita Terbaru :
KPU Mulai Distribusikan Logistik ke Kecamatan
Sebanyak 22.126 Petugas Penyelenggara Pilkada Tuban Jalani Rapit Test
Ibu Setengah Baya Tertangkap Basah Curi Ikan
Sopir Bus Jalani Tes Kesehatan Dengan Prokes Ketat
Polres Malang Koordinasi Masa Tenang Rawan Money Politic
Covid 19 Melonjak Kapolda Akan Intensifkan Operasi Yustisi
Ekskavasi Situs Sumberbeji Tahap Tiga Berakhir
   

Paguyuban MPS Indonesia Tanggapi Usulan Kenaikan Cukai Rokok
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 24-10-2020 | 14:00 wib
Reporter : Samsul Alim
Bojonegoro pojokpitu.com, Kenaikan cukai rokok merupakan langkah pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi jumlah pengguna rokok terutama dibawah umur. Namun hal ini berdampak kepada para industri rokok, terlebih industri rokok kretek.

Adanya bakal dinaikkannya tarif cukai rokok oleh Kementerian Keuangan RI, membuat paguyuban mitra produksi sigaret Indonesia merasa prihatin dengan kabar tersebut. Pasalnya, dengan kenaikan cukai tersebut bisa cukup berdampak bagi perusahaan rokok yang ada.

Pastinya dengan bakal dinaikkannya cukai rokok sebesar 17 hingga 19 persen itu, bakal membuat perusahaan yang mempekerjakan ratusan hingga jutaan karyawan, ini pasti cukup berdampak bagi perusahaan rokok khususnya rokok kretek yang mempekerjakan banyak karyawan khususnya pekerjanya kaum hawa.

Ketua Paguyuban MPSI, Sriyadi Purnomo, mengatakan, hendaknya mempertimbangkan ulang rencana kenaikan cukai rokok tersebut. "Kenaikan cukai rokok yang dirasa cukup tinggi terlebih di masa pandemi covid-19 ini, akan memberikan dampak negatif bagi penghidupan puluhan ribu karyawan pelinting skt yang mayoritas adalah tulang punggung keluarga," tuturnya.

Tidak hanya itu, rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) ini tersebar di 27 kota dan kabupaten di Pulau Jawa dan bisa dikatakan bakal menjadi kabar duka bagi karyawan yang mayoritas pekerjanya yakni kaum perempuan.

Oleh karenanya, paguyuban mpsi berharap, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan ulang kembali rencana kenaikan cukai rokok tersebut. Karena bakal banyak dampaknya terlebih bagi kaum ibu-ibu yang merupakan tulang punggung keluarga saat ini.

"Kalaupun memang cukai rokok naik, kita berharap kenaikan tersebut tidak terlalu tinggi, dan menginginkan kenaikan tidak sampai 3 persen agar tidak memberatkan," kata Sriyadi Purnomo, Ketua Paguyuban MPS Indonesia Dan Direktur Koperasi Kareb.

Diketahui, kretek tangan merupakan segmen padat karya di mana 1 pelinting hanya mampu memproduksi 7 batang per menit, sementara 1 mesin dapat menghasilkan 16.000 batang per menit. (yos)

Berita Terkait

Hati-Hati Menjual Rokok Ilegal Ancaman 5 Tahun

Paguyuban MPS Indonesia Tanggapi Usulan Kenaikan Cukai Rokok

Dana Cukai Akan Digunakan Bantu Masyarakat Terdampak

Bea Cukai Sita 2,5 Juta Batang Rokok Tanpa Cukai
Berita Terpopuler
Covid 19 Melonjak Kapolda Akan Intensifkan Operasi Yustisi
Covid-19  6 jam

Polres Malang Koordinasi Masa Tenang Rawan Money Politic
Malang Raya  5 jam

Sopir Bus Jalani Tes Kesehatan Dengan Prokes Ketat
Malang Raya  4 jam

Ekskavasi Situs Sumberbeji Tahap Tiga Berakhir
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan

Covid Meningkat, Tatap Muka SMA/SMK Dihentikan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber