Berita Terbaru :
Perajin Kayu Bekas Tetap Optimis
KPU Mulai Distribusikan Logistik ke Kecamatan
Sebanyak 22.126 Petugas Penyelenggara Pilkada Tuban Jalani Rapit Test
Ibu Setengah Baya Tertangkap Basah Curi Ikan
Sopir Bus Jalani Tes Kesehatan Dengan Prokes Ketat
Polres Malang Koordinasi Masa Tenang Rawan Money Politic
Covid 19 Melonjak Kapolda Akan Intensifkan Operasi Yustisi
Ekskavasi Situs Sumberbeji Tahap Tiga Berakhir
   

Hujan Deras, Atap SMPN 1 Mantingan Ngawi Roboh
Mataraman  Kamis, 22-10-2020 | 16:27 wib
Reporter : Ito Wahyu
Kelas SMP Negeri I di Mantingan Ngawi, lokasi di lantai dua, ambruk. Atap gedung sekolah yang dibangun 14 tahun silam ini sudah tidak dapat menahan derasnya hujan yang berlangsung semalam.
Ngawi pojokpitu.com, Hujan deras mengakibatkan satu ruang kelas SMP Negeri Ngawi, di lantai dua, ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Para guru khawatir akan terjadi roboh susulan karena banyak ruang kelas lain yang kondisinya sudah memprihatinkan.

Kelas SMP Negeri I di Mantingan Ngawi, lokasi di lantai dua, ambruk. Atap gedung sekolah yang dibangun 14 tahun silam ini sudah tidak dapat menahan derasnya hujan yang berlangsung semalam.

Puing-puing sisa bangunan masih belum di bersihkan. Untuk sementara kegiatan di ruang laboratorium komputer itu dialihkan ke ruang lain. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Karena hingga kini, seluruh siswa di sekolah itu masih dilakukan belajar dari rumah, daring.

Salah satu guru setempat, Haryanto mengaku, sebelum kejadian sebenarnya pihak sekolah sudah melaporkan ke dinas terkait. Namun hingga kini belum ada jawaban hingga ruang sekolah itu roboh.

"Pihak sekolah hanya bisa berharap pemerintah kabupaten setempat segera mewujudkan pembangunan gedung sekolah di lahan yang baru saja dibeli itu. Karena hampir seluruh ruang kelas yang ada kondisinya sudah rusak, dan mengancam keselamatan para guru dan siswa, nantinya. Para guru juga khawatir akan terjadi roboh susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi," tutur Edwi Susilo, Kepala Sekolah SMP Negeri I Mantingan.

Pihak sekolah hanya bisa pasrah. Mereka, pihak sekolah, tidak bisa merehabilitasi gedung sekolahnya yang rusak itu. Untuk segera pindah pun, ke lokasi yang baru, lahannya masih menyisakan masalah.

Seperti diketahui kepolisian Polres Ngawi, telah menetapkan dua orang, masing-masing Hadi Suharto, Sekertaris Dinas Pendidikan kabupaten setempat, berikut kuasa hukumnya, Supriyanto, sebagai tersangka, dalam kasus pengadaan lahan sekolah SMP Negeri Mantingan, Ngawi, senilai Rp 2,7 miliyar itu. Hingga kini proses hukumnya masih berlangsung.(end)



Berita Terkait

Hujan Deras, Atap SMPN 1 Mantingan Ngawi Roboh

Kapolres Mojokerto Berikan Bantuan untuk Pembangunan Atap Sekolah yang Ambruk

Atap Ambruk, Proses Belajar Mengajar Terpaksa Gunakan Halaman Teras dan Mushola

Ambruknya Bangunan Atap Sekolah Menyisahkan Trauma
Berita Terpopuler
Covid 19 Melonjak Kapolda Akan Intensifkan Operasi Yustisi
Covid-19  6 jam

Polres Malang Koordinasi Masa Tenang Rawan Money Politic
Malang Raya  5 jam

Sebanyak 22.126 Petugas Penyelenggara Pilkada Tuban Jalani Rapit Test
Peristiwa  2 jam

Sopir Bus Jalani Tes Kesehatan Dengan Prokes Ketat
Malang Raya  4 jam



Cuplikan Berita
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan

Covid Meningkat, Tatap Muka SMA/SMK Dihentikan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber