Berita Terbaru :
Rempah Nusantara Potensial Rebut Pasar Dunia
Warung Makan Gratis, Bantu Warga di Tengah Pandemi
Survey ARC Indonesia, Elektabilitas Machfud Arifin Salip Eri Cahyadi
Anggota Fraksi Demokrat Turun Gunung All Out Menangkan Paslon No 1 di Pilkada Pacitan
Tol Krian Kebomas Gresik Sudah Beroperasi Per Desember
Kota Batu Masuk Zona Merah, Ketua Satgas Covid Sebut Ini Penyebabnya
Tersesat Saat Berusaha Kabur, Dua Maling Diamuk Massa
Penjagaan Logistik di Kecamatan Dijaga Selama 24 Jam
Warga Buduran Meninggal Dunia Saat Berolahraga
Antisipasi Kerawanan Pilkada, KPU Belum Distribusikan Surat Suara
Apel Pengamanan dan Simulasi Pilkada Dengan Terapkan Protokol Kesehatan
Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Jelang Pilwali, Kadinkes Bagikan Penghargaan, Wakil Ketua DPRD Surabaya Ingatkan Jaga Netralitas
Sejumlah Sekolah Masih Adakan Tatap Muka
Kenaikan Covid di Jatim Mencapai 460 Orang
   

Jika Tidak Benar Tentang Covid 19, Youtube Bakal Hapus Konten
Teknologi  Senin, 19-10-2020 | 04:47 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Youtube yang merupakan sebuah situs web berbagi video ini dipastikan akan menghapus semua konten tidak benar terkait vaksin COVID-19.

Youtube tidak mengizinkan konten tentang vaksin yang bertentangan dengan informasi dari pakar kesehatan atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Vaksin COVID-19 mungkin ada dalam waktu dekat," kata juru bicara YouTube, Farshad Shadloo, dikutip dari The Verge.

"Oleh karena itu, kami memastikan memiliki kebijakan yang tepat untuk bisa menghapus informasi yang salah terkait vaksin COVID-19," jelas Shadloo.

Rumor tidak benar atau informasi salah terkait vaksin, di antaranya seperti klaim vaksin memiliki microchip yang ditanamkan pada tubuh manusia atau menyebabkan kemandulan.

Pedoman baru ini merupakan perluasan dari kebijakan misinformasi medis COVID-19 yang sudah ada di Youtube

Kebijakan tersebut tidak mengizinkan video yang secara keliru menyatakan virus corona tidak ada atau yang mengatakan virus itu tidak menular.

YouTube melakukan demonetisasi video yang mengkampanyekan anti-vaksinasi tahun 2019.

Sementara itu, Facebook belum lama ini juga mengumumkan tindakan tegas terhadap konten anti-vaksinasi dengan tidak mengizinkan iklan yang menghalangi vaksinasi.

"Kami tidak ingin iklan seperti ini ada di platform kami," kata Facebook. Namun, unggahan dari grup anti-vaksin masih akan dizinkan.(antara/jpnn/yos)






Berita Terkait

Jika Tidak Benar Tentang Covid 19, Youtube Bakal Hapus Konten

Youtube Blokir Akun yang Kerap Buat Konten Rasis

Youtube Uji Coba Fitur Buat Video Pendek Mirip TikTok

Sebarkan Adegan Ciuman, Youtuber Ini Diamankan Polisi
Berita Terpopuler
Kawanan Begal Todongan Pistol Rampas Motor Milik Remaja
Peristiwa  9 jam

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Peristiwa  11 jam

Survey The Republic Institute: Penantang Berpeluang Terpilih
Pilkada  8 jam

Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Politik  6 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Alam Awan Berbentuk Cincin Ramai Diperbincangkan
Pojok Pitu

Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Jatim Awan

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber