Berita Terbaru :
Terbakar Cemburu, Sales Hajar Pacar Yang Sudah Ditiduri
Mabuk Berat, Geng Pengamen Keroyok dan Tusuk Temannya Hingga Tewas
Cabup Ony Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan
GM Jaman Laporkan Paslon 01 Ke Bawaslu, Karena Melibatkan Anak - Anak Dalam Kampanye
Sekelompok Pemuda Probolinggo Sediakan Barang Gratis di Tengah Pandemi Covid 19
Menduda 5 Tahun, Bapak Cabuli Anak Kandung 6 Kali
2 Residivis Curanmor Bercelurit Ditembak Polisi
Tindak Lanjut Operasi Zebra, Tarik Semua Surat Tilang Diganti Dengan Masker
Batasi Personal Yang Hadir dalam Debat Pilkada, Kabupaten Malang Terapkan Prokes
Truk Terjebak Banjir Lahar Gunung Semeru
KPU Surabaya Segera Gelar Debat Publlik Pada 4 November
Banyaknya Kendaraan Pribadi, Trayek Pedesaan Hampir Punah
Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Eksotisme Goa Ngerong yang Dihuni Ribuan Ikan dan Kelelawar
Sarung Kain Batik Tulis Jetis Sidoarjo Ramai Dipesan
   

Metode Light Trap Bawang Merah
Mataraman  Minggu, 18-10-2020 | 06:15 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Ribuan kilau cahaya lampu ini bukanlah wisata lampu, melainkan perangkap untuk hama tanaman bawang merah, perangkap itu dieknal dengan sebutan light trap atau perangkap hama dari lampu ultraviolet. Foto: Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Berbagai macam cara dilakukan oleh petani guna menekan biaya produksi yang kian mahal, salah satunya petani bawang merah di Nganjuk menerapkan metode light trap atau lampu perangkap hama.

Tak tanggung-tanggung, petani memasang ribuan lampu di lahan bawang merah seluas 100 hektar. Metode pengendalian hama ini tak hanya ramah lingkungan saja, melainkan mampu mengurangi biaya pemakaian insektisida hingga 80 persen.

Perangkap hama ramah lingkungan ini digunakan oleh puluhan petani di 2 desa, yaitu di Desa Sukorejo dan Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, dengan jumlah total sebanyak 100 hektar lahan bawang merah.

Di Desa Sukorejo, dalam satu gabungan kelompok tani atau gapoktan ada sekitar 50 hekatar lahan sawah tanaman bawang merah dengan sebanyak 1482 titik lampu uv penangkap hama.

Menurut Akad, salahsatu petani bawnag merah mengaku, metodekerja dari light trap ini aliran listrik yang sudah terpasang di gabungkan dengan lampu uv yang diletakkan di atas tanaman bawang merah, dan dibawah lampu terdapat satu ember atau timba yang berisikan air yang sudah dicampur dengan oli. "Lampu dinyalakan pada malam hari sejak pukul 17.00 wib hingga 04.00 wib saja," terangnya.

Saat lampu nyala inilah hewan hewan hama, dan serangga mendekati lampu dan tererangkap di air hingga tak bergerak berujung mati.

Metrode ini terbukti mampu mengurnagi biaya produksi hingga 80 persen pada satu kali masa tanam dan hingga panen. Biasanya petani harus melakukan semprot insetisida sebanayk 12 kali dalam satu bulan, dan tiap kali semprot menguras uang sebanyak Rp 2 juta.

Namun dengan metode ini hanya  dua kali saja melakukan semprot insektisida, sehingga mampu menekan biya produksi sebanyak 10 kali semprot atau sebanyak 20 juta rupiah per bulan untuk 1 hektar lahan.

Metode ini juga di rasa sangat aman, sebab aliran listrik langsung dari PLN bukan dari diesel dan dipasang oleh instalatir yang porofesional dengan menggunakan tiang dan kabel pln yang terletak di atas.

"Sehingga tidak ada kabel yang ada di bawah atau ditanah serta tiap tiap titik ada saklar dan induk saklar," tuturnya.

Sementara menurut Agus Sulis, Kabid Hortikultura Disperta Nganjuk, upaya metode perangkap hama dengan lampu uv ini dilakukan guna meningkatkan hasil tanaman bawang merah dengan metode ramah lingkungan.

Sementara pemasangan listrik pada tahun 2020 dengan anggran pengadaan listrik berasal dari pemerintah sebesar Rp 240 juta untuk dua gapoktan.

Kedepan Dinas Petanian akan terus mengembangkan metode tersebut kesejumlah lahan tanaman bawang merah di wilayah lainnya. (yos)

Berita Terkait

Metode Light Trap Bawang Merah
Berita Terpopuler
Sekelompok Pemuda Probolinggo Sediakan Barang Gratis di Tengah Pandemi Covid 19
Peristiwa  3 jam

Rayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pengemudi Ojol di Tulungagung Pasang Tarif Sei...selanjutnya
Sosok  13 jam

Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Peristiwa  15 jam

Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Life Style  9 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber