Berita Terbaru :
Terbakar Cemburu, Sales Hajar Pacar Yang Sudah Ditiduri
Mabuk Berat, Geng Pengamen Keroyok dan Tusuk Temannya Hingga Tewas
Cabup Ony Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan
GM Jaman Laporkan Paslon 01 Ke Bawaslu, Karena Melibatkan Anak - Anak Dalam Kampanye
Sekelompok Pemuda Probolinggo Sediakan Barang Gratis di Tengah Pandemi Covid 19
Menduda 5 Tahun, Bapak Cabuli Anak Kandung 6 Kali
2 Residivis Curanmor Bercelurit Ditembak Polisi
Tindak Lanjut Operasi Zebra, Tarik Semua Surat Tilang Diganti Dengan Masker
Batasi Personal Yang Hadir dalam Debat Pilkada, Kabupaten Malang Terapkan Prokes
Truk Terjebak Banjir Lahar Gunung Semeru
KPU Surabaya Segera Gelar Debat Publlik Pada 4 November
Banyaknya Kendaraan Pribadi, Trayek Pedesaan Hampir Punah
Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Eksotisme Goa Ngerong yang Dihuni Ribuan Ikan dan Kelelawar
Sarung Kain Batik Tulis Jetis Sidoarjo Ramai Dipesan
   

Gugat Tanah Wakaf,Tuai Protes Warga
Tapal Kuda Dan Madura  Sabtu, 17-10-2020 | 13:00 wib
Reporter : Ali Muhdor
Keributan ini terjadi saat pihak pengadialan negeri sampang melakukan pengecekan lokasi sengketa tanah di tanah Yayasan Pondok Pesantren Arraudlotul Tahfidil Quran Desa Daleman Kecamatan Kedundung Sampang. Foto: Ali Muhdor
Sampang pojokpitu.com, Pemeriksan lokasi tanah yayasan Pondok Tahfid Al-Quran oleh Pengadilan Negeri Sampang Madura Jawa Timur sempat diwarnai kericuhan. Cekcok mulut tak terhiadari saat pihak penggugat yang mencoba menghalangi ratusan warga yang hendak memasang spanduk di lokasi sengketa sebagai bentuk protesnya.

Warga terpancing emosi lantaran pihak penggugat, mencoba menghalang halangi warga yang hendak memasang spanduk kecaman  atas gugatan tanah wakaf tersebut.

Warga tidak terima  tanah yang sudah puluhan tahun di wakafkan untuk masjid dan yayasan pendidikan tersebut hendak dirampas oleh penggugat.  

Sekretaris Yayasan, Aksan Mahmudi,  mengaku obyek gugatan penggugat salah sasaran sebab dilihat kohir lokasi tidak sesuai bahkan luas lokasi gugatan juga tidak sesuai dengan dengan fakta luas lokasi.

Tidak hanya gedung sekolah, sebidang tanah persawan tanpa bangunan yang sudah diwakafkan  oleh pemilik juga menjadi obyek gugatan di Pengadilan Negeri Sampang. Penggugat mengaku memiliki dasar yang kuat untuk melakukan gugatan di pengadilan.

Irianto Prijatna Utama , Ketua Pengadilan Negeri Sampang, mengatakan, gugatan atas tanah wakaf ini sempat dilakukan  penggugat pada tahun 2019 lalu namun sempat di tolak pengadilan negeri sampang. Sebelumnya pihak penggugat  menggugat seluruh tanah yayasan di antaranya berdiri sebuah masjid, yayasan serta sarana pendidikan dan sebidang tanah persawahan .   

Sementara itu meski sempat diwarnai kericuhan, namun periksaan oleh Pengadilan Negeri Sampang atas tanah sengketa tetap berjalan lancar. Selanjutnya pihak pengadilan akan melakukan sidang sengketa tanah tersebut pekan depan. (yos)






Berita Terkait

Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis

Warga Datangi Balai Desa Tuntut Penutupan Kandang Ayam

Puluhan Warga Blokade Pintu Masuk PT TPPI Tuban

Oknum Perangkat Diduga Selingkuh Warga Gruduk Kantor Desa
Berita Terpopuler
Sekelompok Pemuda Probolinggo Sediakan Barang Gratis di Tengah Pandemi Covid 19
Peristiwa  3 jam

Rayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pengemudi Ojol di Tulungagung Pasang Tarif Sei...selanjutnya
Sosok  13 jam

Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Peristiwa  15 jam

Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Life Style  9 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber