Berita Terbaru :
Antisipasi Klaster Baru di Tempat Wisata Pengunjung Wisata Pacet Jalani Rapid Tes
Ekspor Mangga Jatim Akan Ditingkatkan Ke Beberapa Negara
Terbakar Cemburu, Sales Hajar Pacar Yang Sudah Ditiduri
Mabuk Berat, Geng Pengamen Keroyok dan Tusuk Temannya Hingga Tewas
Cabup Ony Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan
GM Jaman Laporkan Paslon 01 Ke Bawaslu, Karena Melibatkan Anak - Anak Dalam Kampanye
Sekelompok Pemuda Probolinggo Sediakan Barang Gratis di Tengah Pandemi Covid 19
Menduda 5 Tahun, Bapak Cabuli Anak Kandung 6 Kali
2 Residivis Curanmor Bercelurit Ditembak Polisi
Tindak Lanjut Operasi Zebra, Tarik Semua Surat Tilang Diganti Dengan Masker
Batasi Personal Yang Hadir dalam Debat Pilkada, Kabupaten Malang Terapkan Prokes
Truk Terjebak Banjir Lahar Gunung Semeru
KPU Surabaya Segera Gelar Debat Publlik Pada 4 November
Banyaknya Kendaraan Pribadi, Trayek Pedesaan Hampir Punah
Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
   

Pagelaran Wayang Bleng - Bleng Kembalikan Nilai Budaya Bangsa di Generasi Muda
Life Style  Sabtu, 17-10-2020 | 08:25 wib
Reporter : Usrox Indra
pagelaran seni tradisonal Wayang Bleng - Bleng yang digelar dalam area Museum Kreweng yang berada Desa Terung Kulon Sidoarjo.
Sidoarjo pojokpitu.com, Jauh dari kesan mewah, pagelaran seni tradisonal Wayang Bleng - Bleng yang digelar dalam area Museum Kreweng yang berada Desa Terung Kulon Sidoarjo, digelarnya seni tradisonal Wayang Bleng - Bleng untuk genasi muda supaya tetap mencintai budaya dan tradisi jawa di tengah gempuran maraknya teknologi digital seperti gadget.

Untuk mengembalikan nilai - nilai budaya serta kearifan lokal yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia, khususnya untuk generasi muda di Museum Kreweng, yang berada di Desa Terung Wetan, Kabupaten Sidoarjo, digelar pagelaran kesenian Wayang Bleng - Bleng dengan Dalang Ki Ompong Sudarsono asal Jawa Tengah.
 
Meskipun digelar di tempat terbuka dan jauh dari kesan mewah, pertunjukan serta alur cerita Wayang Bleng - Bleng dengan mudah diterima generasi muda kita, karena dalam penyampaian pesan menggunakan bahasa tutur sehari-hari, anak - anak mudah dimengerti, tanpa harus keluar dari pakem bahasa sastra wayang sesungguhnya.
 
Selain itu, selama pementasan Ki Dalang juga melakukan intraksi langsung dengan para penonton, merubah nama tokoh wayang dengan nama tokoh idola anak - anak untuk mempermudah pemahaman pesan yang tertuang dalam pertujukannya.
 
Dalam pesannya melalui pertunjukan Wayang Blang-Bleng, Ki Dalang meminta kepada generasi muda tetap mengasprersiasi perkembangan teknologi digital saat ini sebagai bentuk perkembangan jaman. Namun Ki Dalang juga meminta kepada orang tua untuk aktif mendampingi putra - putrinya dalam menyerap perkembangan teknogi, sehingga tidak terjadi kesalahan pahaman dalam pemanfaatan perkembangan teknologi digital di era globalisasi .
 
Mulyono, selaku Ketua Pelaksana, wayang dipilih menjadi salah satu media penyampaian pesan karena cerita wayang terbukti sangat efektif. Selain itu, cerita wayang juga berfungsi sebagai komunikasi kreatif kerakyatan yang mampu diterima di segala segmen khususnya untuk masyarakat Jawa.(end)
 
 


Berita Terkait

Pagelaran Wayang Bleng - Bleng Kembalikan Nilai Budaya Bangsa di Generasi Muda
Berita Terpopuler
Sekelompok Pemuda Probolinggo Sediakan Barang Gratis di Tengah Pandemi Covid 19
Peristiwa  4 jam

Rayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pengemudi Ojol di Tulungagung Pasang Tarif Sei...selanjutnya
Sosok  14 jam

Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Peristiwa  16 jam

Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Life Style  10 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber