Berita Terbaru :
Antisipasi Klaster Baru di Tempat Wisata Pengunjung Wisata Pacet Jalani Rapid Tes
Ekspor Mangga Jatim Akan Ditingkatkan Ke Beberapa Negara
Terbakar Cemburu, Sales Hajar Pacar Yang Sudah Ditiduri
Mabuk Berat, Geng Pengamen Keroyok dan Tusuk Temannya Hingga Tewas
Cabup Ony Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan
GM Jaman Laporkan Paslon 01 Ke Bawaslu, Karena Melibatkan Anak - Anak Dalam Kampanye
Sekelompok Pemuda Probolinggo Sediakan Barang Gratis di Tengah Pandemi Covid 19
Menduda 5 Tahun, Bapak Cabuli Anak Kandung 6 Kali
2 Residivis Curanmor Bercelurit Ditembak Polisi
Tindak Lanjut Operasi Zebra, Tarik Semua Surat Tilang Diganti Dengan Masker
Batasi Personal Yang Hadir dalam Debat Pilkada, Kabupaten Malang Terapkan Prokes
Truk Terjebak Banjir Lahar Gunung Semeru
KPU Surabaya Segera Gelar Debat Publlik Pada 4 November
Banyaknya Kendaraan Pribadi, Trayek Pedesaan Hampir Punah
Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
   

Kejaksaan Sita Aset Tersangka Korupsi PDAM Tulungagung
Hukum  Jum'at, 16-10-2020 | 18:06 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Kejaksaan Negeri Tulungagung melakukan penyitaan aset dalam kasus dugaan korupsi di PDAM setempat. Penyitaan dilakukan sebagai upaya untuk mengembalikan kerugian negara, sebesar Rp 1,3 milyar.

Dalam kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Cahya Agung, Tulungagung, Kejaksaan Negeri Tulungagung melakukan penyitaan sejumlah aset, milik tersangka DH pada Jumat 16 Oktober 2020 sore.

Menurut Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Tulungagung, Agung Tri Radityo, penyitaan dilakukan sebagai upaya untuk mengembalikan kerugian negara, yang berdasar audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim, sebesar Rp 1,3 milyar.

"Aset milik tersangka yang disita antara lain, tiga bidang tanah yang berada di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, serta satu unit mobil, dan 4 unit sepeda motor," tuturnya.

Agung menyatakan, tersangka tidak menyerahkan uang pengganti kerugian negara, maka aset yang disita tersebut akan dilelang.

Berdasar hasil penyelidikan dan penyidikan, penyelewengan yang dilakukan tersangka adalah dengan melakukan mark up anggaran dan kegiatan fiktif. Aksi tersebut dilakukan tersangka sejak tahun 2016 hingga 2020. Karena dinilai kooperatif selama proses penyidikan, pihak kejaksaan tidak melakukan penahanan terhadap tersangka, dan hanya menetapkan status DH sebagai tahanan kota.(end)



Berita Terkait

Kejari Tulungagung Tahan Tersangka Korupsi PDAM

Kejaksaan Sita Aset Tersangka Korupsi PDAM Tulungagung

Dirut PDAM Janji Bangun Sumur Baru Atasi Kekurangan Air

Pelanggan Keluhkan Keruhnya Air PDAM Lamongan
Berita Terpopuler
Sekelompok Pemuda Probolinggo Sediakan Barang Gratis di Tengah Pandemi Covid 19
Peristiwa  4 jam

Rayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pengemudi Ojol di Tulungagung Pasang Tarif Sei...selanjutnya
Sosok  14 jam

Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Peristiwa  16 jam

Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Life Style  10 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber