Berita Terbaru :
Antisipasi Klaster Baru di Tempat Wisata Pengunjung Wisata Pacet Jalani Rapid Tes
Ekspor Mangga Jatim Akan Ditingkatkan Ke Beberapa Negara
Terbakar Cemburu, Sales Hajar Pacar Yang Sudah Ditiduri
Mabuk Berat, Geng Pengamen Keroyok dan Tusuk Temannya Hingga Tewas
Cabup Ony Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan
GM Jaman Laporkan Paslon 01 Ke Bawaslu, Karena Melibatkan Anak - Anak Dalam Kampanye
Sekelompok Pemuda Probolinggo Sediakan Barang Gratis di Tengah Pandemi Covid 19
Menduda 5 Tahun, Bapak Cabuli Anak Kandung 6 Kali
2 Residivis Curanmor Bercelurit Ditembak Polisi
Tindak Lanjut Operasi Zebra, Tarik Semua Surat Tilang Diganti Dengan Masker
Batasi Personal Yang Hadir dalam Debat Pilkada, Kabupaten Malang Terapkan Prokes
Truk Terjebak Banjir Lahar Gunung Semeru
KPU Surabaya Segera Gelar Debat Publlik Pada 4 November
Banyaknya Kendaraan Pribadi, Trayek Pedesaan Hampir Punah
Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
   

Ikhlas Dikenal Terbatas karena Loyalitas terhadap Klub Sepak Bola
Infotainment  Senin, 12-10-2020 | 09:05 wib
Reporter :
Surabaya pojokpitu.com, Kanalisasi rasa cinta kepada klub sepak bola di kota masing-masing pun hadir melalui ruang bermusik. Mulai Stand for Pride (Surabaya), Mental Baja (Jakarta), Player 12 (Lamongan), DOM 65 (Jogja), sampai The Working Class Symphony/TWCS (Solo).

Stand for Pride lahir dari rahim suporter Persebaya Surabaya. Mereka lahir dari salah satu komunitas suporter setia yang hadir di tribun Stadion Gelora Bung Tomo. Yakni, Green Nord.

Lagu-lagu band beraliran street rock tersebut berasal dari chant-chant yang dinyanyikan Bonek-sebutan fans Persebaya-di stadion. Chant-chant Bonek itu hanya bisa dinikmati dan didengar mereka yang setia datang ke stadion.

"Itu yang jadi alasan kami akhirnya membentuk band. Agar chant-chant ini bisa didengarkan orang di luar stadion," ucap Ismail, gitaris Stand for Pride.

Pria yang akrab disapa Mas Is itu tahu betul pilihan menyanyikan chant-chant untuk Persebaya tersebut akan membatasi Stand for Pride. Atau, simpelnya mereka hanya akan terkenal di skena musik Surabaya. Sulit menembus skena musik nasional.

Tapi, karena rasa cinta kepada Persebaya, Mas Is menerima dengan lapang hati konsekuensi tersebut. "Kami juga tidak peduli, sampai kapan pun kami akan menyanyikan lagu untuk Persebaya. Mungkin kami memang tidak bisa main di kota-kota lawan, tapi itu sudah pilihan kami ketika memutuskan ngeband," kata Mas Is.

Jika Stand for Pride lahir dari tribun, TWCS ataupun DOM 65 punya cerita berbeda. Satu Jiwa, lagu TWCS yang kini jadi anthem Persis Solo di Liga 2, sebetulnya berkisah tentang kerinduannya akan sebuah kebersamaan di skena Sriwedari. Sebuah komunitas musik underground di Kota Solo.

"Kemudian bisa jadi anthem karena andil suporter Persis sendiri yang pernah melihat band saya, TWCS, tampil. Karena semua nyanyi bersama dan akhirnya Satu Jiwa dibawa ke tribun oleh mereka," kata personel TWCS Zulham Fatahillah.

Sementara itu, Adnan D. Kusuma, salah satu pentolan band DOM 65, mengatakan tak bisa menampik bahwa bandnya identik dengan klub PSIM Jogja. Band beraliran street punk itu punya dua lagu yang kerap dinyanyikan suporter PSIM di stadion. Judulnya Fortuna dan Never Rust. Fortuna bahkan menjadi lagu wajib setiap PSIM main di Stadion Mandala Krida, markas tim berjuluk Laskar Mataram itu. (Jawapos/yos)

Berita Terkait

Ikhlas Dikenal Terbatas karena Loyalitas terhadap Klub Sepak Bola
Berita Terpopuler
Sekelompok Pemuda Probolinggo Sediakan Barang Gratis di Tengah Pandemi Covid 19
Peristiwa  4 jam

Rayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pengemudi Ojol di Tulungagung Pasang Tarif Sei...selanjutnya
Sosok  14 jam

Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Peristiwa  16 jam

Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Life Style  10 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber