Berita Terbaru :
Rempah Nusantara Potensial Rebut Pasar Dunia
Warung Makan Gratis, Bantu Warga di Tengah Pandemi
Survey ARC Indonesia, Elektabilitas Machfud Arifin Salip Eri Cahyadi
Anggota Fraksi Demokrat Turun Gunung All Out Menangkan Paslon No 1 di Pilkada Pacitan
Tol Krian Kebomas Gresik Sudah Beroperasi Per Desember
Kota Batu Masuk Zona Merah, Ketua Satgas Covid Sebut Ini Penyebabnya
Tersesat Saat Berusaha Kabur, Dua Maling Diamuk Massa
Penjagaan Logistik di Kecamatan Dijaga Selama 24 Jam
Warga Buduran Meninggal Dunia Saat Berolahraga
Antisipasi Kerawanan Pilkada, KPU Belum Distribusikan Surat Suara
Apel Pengamanan dan Simulasi Pilkada Dengan Terapkan Protokol Kesehatan
Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Jelang Pilwali, Kadinkes Bagikan Penghargaan, Wakil Ketua DPRD Surabaya Ingatkan Jaga Netralitas
Sejumlah Sekolah Masih Adakan Tatap Muka
Kenaikan Covid di Jatim Mencapai 460 Orang
   

Google Hapus Ratusan Aplikasi Jahat, Indonesia Peringkat Kedua Paling Banyak Mengunduh
Teknologi  Minggu, 11-10-2020 | 14:01 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Google menghapus lebih dari 240 aplikasi Android dari Play Store karena menampilkan iklan di luar konteks dan melanggar kebijakan baru Google yang dianggap mengganggu.

Iklan di luar konteks tersebut merupakan iklan di ponsel yang biasa ditampilkan di luar aplikasi. Iklan itu bisa muncul dalam bentuk pop-up atau iklan yang memenuhi layar. Google sejatinya telah melarang iklan di luar konteks sejak Februari tahun ini. 

Saat ini Google sudah mencekal lebih dari 600 aplikasi yang menyalahgunakan metode ini untuk mengirim spam kepada pengguna dengan iklan yang menggangu. 

Dikutip dari Zdnet, Sabtu (10/10), meski telah diberantas, tetapi masih ada aplikasi lain yang menampilkan iklan mengganggu dan sering ditemukan. Seperti temuan peneliti keamanan siber di firma White Ops. 

Dalam postingan White Ops, perusahaan telah menemukan lebih dari 240 aplikasi yang memasang iklan di luar konteks tetapi dibuat agar iklan tersebut terlihat muncul dari aplikasi. White Ops menamai klaster itu RainbowMiz dan kegiatan mereka mulai dideteksi sejak awal April tahun ini. 

Sebagian besar aplikasi yang dideteksi merupakan emulator Nintendo yang diambil dari sumber game berkualitas rendah. Ratusan aplikasi ini memiliki komponen jahat bernama com.timuz.a yang bertanggung jawab untuk menampilkan iklan mengganggu.

White Ops mengatakan, ratusan aplikasi itu berhasil diunduh lebih 14 juta kali hanya di tahun ini. Operasi ini mencapai puncaknya di bulan Agustus 2020 lalu setelah berhasil menampilkan 15 juta impresi iklan per hari kolektif. 

Berdasarkan data White Ops, sebagian besar pengguna aplikasi itu berasal dari Amerika Serikat dan Asia. Indonesia termasuk negara teratas yang paling banyak mengunduh aplikasi tersebut. 

Daftar enam negara teratas yang banyak mengunduh aplikasi jahat itu, yaitu  Brasil (20,8%),  Indonesia (19,7%), Vietnam (11,0%),  Amerika Serikat (7,7%), Meksiko (6,2%) dan Filipina (5,9%). (ddy/jpnn/end)



Berita Terkait

Google Hapus Ratusan Aplikasi Jahat, Indonesia Peringkat Kedua Paling Banyak Mengunduh
Berita Terpopuler
Kawanan Begal Todongan Pistol Rampas Motor Milik Remaja
Peristiwa  9 jam

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Peristiwa  11 jam

Survey The Republic Institute: Penantang Berpeluang Terpilih
Pilkada  8 jam

Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Politik  6 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Alam Awan Berbentuk Cincin Ramai Diperbincangkan
Pojok Pitu

Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Jatim Awan

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber