Berita Terbaru :
Pertahankan Tradisi Gembrungan di Tengah Pandemi
Long Weekend, Puluhan Orang Terjaring Operasi Zebra dan Operasi Yustisi
Traffic Light Padam, Lalu Lintas Simpang Empat Kartonyono Semrawut
Disporapar Gelar Lomba Cipta Masker
Tes Swab Guru SMP Hampir Selesai
Libur Panjang Jasa Penitipan Kucing Laris Manis
Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
   

Google Hapus Ratusan Aplikasi Jahat, Indonesia Peringkat Kedua Paling Banyak Mengunduh
Teknologi  Minggu, 11-10-2020 | 14:01 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Google menghapus lebih dari 240 aplikasi Android dari Play Store karena menampilkan iklan di luar konteks dan melanggar kebijakan baru Google yang dianggap mengganggu.

Iklan di luar konteks tersebut merupakan iklan di ponsel yang biasa ditampilkan di luar aplikasi. Iklan itu bisa muncul dalam bentuk pop-up atau iklan yang memenuhi layar. Google sejatinya telah melarang iklan di luar konteks sejak Februari tahun ini. 

Saat ini Google sudah mencekal lebih dari 600 aplikasi yang menyalahgunakan metode ini untuk mengirim spam kepada pengguna dengan iklan yang menggangu. 

Dikutip dari Zdnet, Sabtu (10/10), meski telah diberantas, tetapi masih ada aplikasi lain yang menampilkan iklan mengganggu dan sering ditemukan. Seperti temuan peneliti keamanan siber di firma White Ops. 

Dalam postingan White Ops, perusahaan telah menemukan lebih dari 240 aplikasi yang memasang iklan di luar konteks tetapi dibuat agar iklan tersebut terlihat muncul dari aplikasi. White Ops menamai klaster itu RainbowMiz dan kegiatan mereka mulai dideteksi sejak awal April tahun ini. 

Sebagian besar aplikasi yang dideteksi merupakan emulator Nintendo yang diambil dari sumber game berkualitas rendah. Ratusan aplikasi ini memiliki komponen jahat bernama com.timuz.a yang bertanggung jawab untuk menampilkan iklan mengganggu.

White Ops mengatakan, ratusan aplikasi itu berhasil diunduh lebih 14 juta kali hanya di tahun ini. Operasi ini mencapai puncaknya di bulan Agustus 2020 lalu setelah berhasil menampilkan 15 juta impresi iklan per hari kolektif. 

Berdasarkan data White Ops, sebagian besar pengguna aplikasi itu berasal dari Amerika Serikat dan Asia. Indonesia termasuk negara teratas yang paling banyak mengunduh aplikasi tersebut. 

Daftar enam negara teratas yang banyak mengunduh aplikasi jahat itu, yaitu  Brasil (20,8%),  Indonesia (19,7%), Vietnam (11,0%),  Amerika Serikat (7,7%), Meksiko (6,2%) dan Filipina (5,9%). (ddy/jpnn/end)



Berita Terkait

Google Hapus Ratusan Aplikasi Jahat, Indonesia Peringkat Kedua Paling Banyak Mengunduh
Berita Terpopuler
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  9 jam

Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Mlaku - Mlaku  8 jam

Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Mlaku - Mlaku  7 jam

Libur Panjang Jasa Penitipan Kucing Laris Manis
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber