Berita Terbaru :
Pertahankan Tradisi Gembrungan di Tengah Pandemi
Long Weekend, Puluhan Orang Terjaring Operasi Zebra dan Operasi Yustisi
Traffic Light Padam, Lalu Lintas Simpang Empat Kartonyono Semrawut
Disporapar Gelar Lomba Cipta Masker
Tes Swab Guru SMP Hampir Selesai
Libur Panjang Jasa Penitipan Kucing Laris Manis
Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
   

Waspada Serangan Jantung Mendadak, Pasien Miliki Waktu
Kesehatan  Senin, 05-10-2020 | 04:00 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Serangan jantung mendadak adalah salah satu pembunuh. Seseorang umumnya mengalami serangan jantung diawali dari nyeri dada yang mungkin pada awalnya sering tak disadari.

Maka deteksi dini apalagi pada usia 30-40 saat ini dan bagi mereka yang punya faktor risiko penting dilakukan. Seperti bagi mereka yang kegemukan, diabetes, hipertensi, merokok atau punya keturunan.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr.Dafsah Arifa Juzar, SpJP(K) FIHA, FAsCC, FESC, FAPSIC, FSCAI Sub spesialisasi Intervensi Kardiologi dan Kardiologi Intensif dari Heartology mengatakan, serangan jantung secara terminologi berasal dari koroner. Masyarakat selama ini menilai segala kejadian yang tiba-tiba atau kematian mendadak sebagai serangan jantung

"Serangan jantung itu salah satunya karena pembuluh darah koroner yang tiba-tiba tertutup atau karena gangguan listrik. Kondisi itu bisa menyebabkan orang tiba-tiba enggak sadar atau nyeri dada," katanya secara daring baru-baru ini.

Penyebabnya bisa bermacem-macam misalnya gangguan irama karena kelainan struktur dan penyempitan. Gangguan irama misalnya komplikasi karena otot jantungnya kurang oksigen atau gangguan iramanya mungkin karena katupnya.

"Jadi pengobatannya tergantung sumber masalahnya. Kalau serangan jantung pada umumnya yang dimaksud adalah penyempitan pembuluh darah yang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya karena ada plak, atau jantung koroner," jelasnya.

Maka dr. Dafsah menekankan pentingnya deteksi dini. Penyakit degeneratif ini menyarankan usia 30 tahun sebaiknya sudah pernah melakukan check-up jantung untuk menilai risikonya sedang atau tinggi dalam 5 tahun ke depan.

"Jangan tunggu serangan dulu baru kita urusin. Karena kalau sudah kena serangan jantung urusannya sama waktu, kalau tidak cepat ditangani ototnya makin rusak," tegasnya.

Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Menurut dr. Dafsah, serangan jantung memiliki waktu emas untuk segera ditangani dalam 3 jam. Sedangkan otot jantung, jika terlalu lama dibiarkan maka akan makin rusak.

"Makin lama kita tinggi, otot jantung yang rusak makin banyak. Tindakan tujuannya membatasi kerusakan fungsi jantung. 3 jam pertama mungkin bisa kembali fungsi jantungnya," jelasnya.

Paling utama dilakukan adalah fokus diagnostik. Kemudian selanjutnya bagaimana penanganannya dilakukan oleh tim intervensi elektrofisiologi.

"Ibaratnya kayak tukang listriknya jantung. Jadi kalau ada masalah tim inilah yang menangani dan memberikan option," jelasnya.

Pasien dengan masalah jantung bisa diberikan 2 penanganan yakni apakah dengan obat atau dengan pemasangan cincin. "Dengan obat success ratenya 70 persen dengan cincin 90 persen. Maka dari itu jadi kalau curiga gejala masalah serangan jantung, harus langsung ke IGD dipastikan apa ada penyempitan atau tidak. Jadi jangan ditunggu-tunggu," tutupnya. (Jawapos/yos)

Berita Terkait

Waspada Serangan Jantung Mendadak, Pasien Miliki Waktu

Peminum Alkohol Berisiko Terkena Serangan Jantung

Cara Mudah Membantu Penderita Jantung, Stroke atau Kejang

Jaga Genset, Petani Tewas Terkena Serangan Jantung
Berita Terpopuler
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  8 jam

Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Mlaku - Mlaku  7 jam

Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Mlaku - Mlaku  6 jam

Libur Panjang Jasa Penitipan Kucing Laris Manis
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber