Berita Terbaru :
Pertahankan Tradisi Gembrungan di Tengah Pandemi
Long Weekend, Puluhan Orang Terjaring Operasi Zebra dan Operasi Yustisi
Traffic Light Padam, Lalu Lintas Simpang Empat Kartonyono Semrawut
Disporapar Gelar Lomba Cipta Masker
Tes Swab Guru SMP Hampir Selesai
Libur Panjang Jasa Penitipan Kucing Laris Manis
Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
   

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Metropolis  Selasa, 29-09-2020 | 09:25 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Angka perceraian yang melakukan gugatan ke Pengadilan Agama Sidoarjo tidak mengalami kenaikan signifikan, meski masa pandemi covid 19 terjadi.
Berita Video : Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Sidoarjo pojokpitu.com, Dalam masa pandemi covid-19 (virus corona) angka kasus perceraian di Kabupaten Sidoarjo tak mengalami kenaikan yang signifikan. Tercatat, sejak Januari hingga Agustus 2020 sudah angka perceraian cenderung sama dengan tahun lalu. Sementara untuk data perceraian di bulan Agustus, pasca tidak beroperasi Pengadilan Agama Sidoarjo, mengalami lonjakan hingga 65 perkara dalan sehari. Alasan perceraian dilakukan, lantaran sang suami tidak tidak ada penghasilan, sehingga kebutuhan keluarga tidak terpenuhi.

Angka perceraian yang melakukan gugatan ke Pengadilan Agama Sidoarjo tidak mengalami kenaikan signifikan, meski masa pandemi covid 19 terjadi. Menurut data pengajuan gugatan cerai banyak dilakukan oleh perempuan, dengan alasan masalah ekonomi. Sang suami tidak memiliki pekerjaan pasti, sehingga sangat berdampak adanya pandemi covid 19 ini.
 
Elisa, warga Sidoarjo yang menggugat cerai suaminya mengatakan, gugatan cerai ini dilayangkan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo, lantaran akhir-akhir ini, persisnya disaat pandemi covid 19 tidak bertanggung jawab kepada istri dan anaknya.
 
Selain itu, dirinya juga sering kali mengajak berdiskusi dalam menyelesaikan ekonomi keluarga, namun tidak ada tanggapan yang pasti daei sang suami. Ditunggu beberapa minggu hingga berbulan-bulan, terpaksa dirinya mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama Sidoarjo.
 
Akram Udin, Humas Pengadilan Agama Kabupaten Sidoarjo, mengatakan, angka perceraian di Kabupaten Sidoarjo selama delapan bulan terakhir, merupakan data total cerai gugat dan cerai talak. Angka cerai gugat atau perceraian yang diajukan di delapan bulan terakhir didomninasi oleh istri, cerai talak atau perceraian yang diajukan oleh suami selama delapan bulan terakhir hanya 30 persen.
 
Beberapa kasus perceraian juga ada yang diajukan oleh tenaga kerja wanita (TKW) yang sedang bekerja di luar negeri.
 
Faktor utama tingginya angka perceraian di Kabupaten Sidoarjo adalah masalah ekonomi. Seperti nafkah dari suami kurang mencukupi kebutuhan istri, suami yang sering mabuk-mabukan dan tidak bertanggung jawab.
 
Akram menyebut, cerai talak terjadi pada bulan Agustus. Cerai gugat pada bulan Sgustus ada sebanyak 65 kasus dan cerai talak ada 38 kasus. Sedangkan kasus perceraian pada April dan Mei cenderung sama dengan tahun lalu. Cerai gugat hanya 25 kasus dan cerai talak ada 22 kasus. Namun angka perceraian kembali landai pada September 2020.(end/VD:YAN)

Berita Terkait

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri

Awal Tahun 2018, Pengadilan Agama Kabupaten Malang Tangani Ratusan Kasus Perceraian
Berita Terpopuler
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  9 jam

Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Mlaku - Mlaku  8 jam

Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Mlaku - Mlaku  7 jam

Libur Panjang Jasa Penitipan Kucing Laris Manis
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber