Berita Terbaru :
Sempat Ditutup Akibat Balapan Truk, Pantai Cemara Kembali Dibuka
Pertahankan Tradisi Gembrungan di Tengah Pandemi
Long Weekend, Puluhan Orang Terjaring Operasi Zebra dan Operasi Yustisi
Traffic Light Padam, Lalu Lintas Simpang Empat Kartonyono Semrawut
Disporapar Gelar Lomba Cipta Masker
Tes Swab Guru SMP Hampir Selesai
Libur Panjang Jasa Penitipan Kucing Laris Manis
Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
   

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Mataraman  Jum'at, 25-09-2020 | 15:25 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nganjuk menolak atas permintaan dari pihak RSUD Nganjuk, untuk merubah akta kelahiran identitas bayi dari perempuan ke laki-laki yang sudah tercatat di Dinas Kependudukan. Sebab perubahan data kependudukan adalah kewenangan dari orangtua bayi bukan yang lainnya termasuk RSUD Nganjuk yang mengaku salah dalam administrasi.

Hal itu disampaikan oleh Zabanuddin, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk, menurutnya 2 minggu lalu dirinya didatangi wakil direktur RSUD Nganjuk ke kantornya dan meminta agar pihak Dispendukcapil Nganjuk bisa merubah identitas bayi dari orang tua Arum Rosalina dan Fery Sujarwo yang sudah terbit kartu keluarga dan akta kelahiran.

Pihak RSUD Nganjuk meminta agar identitas bayi di kartu keluarga dan kartu kelahiran dari jenis kelamin perempuan dirubah jadi laki laki.

Menurut Zabanudin, selain yang bersangkutan atau orangtua bayi tidak berhak merubah identitas di kartu kependudukan termasuk RSUD Nganjuk, kecuali ada surat kuasa dari orangtua korban.

Identitas bayi yang sudah berbentuk kartu kk dan kartu kelahiran berjenis perempuan bernama Ayra Shirly Al Naira berdasarkan catatan medis dari RSUD perempuan, dan pihak RSUD meminta agar dirubah menjadi jenis kelamin laki-laki sesuai bayi yang dibawa oleh ortunya.

Namun pihak Dispendukcapil menolak merubah identitas yang sudah secara legal itu dikelaurkan, meskipun yang meminta merubah adalah dari RSUD Nganjuk.

Perubahan bisa dilakukan oleh orangtuanya sendiri atau orang lain yang sudah diberi surat kuasa oleh yang bersangkutan.
Sementara menurut Prayogo Laksono, kuasa hukum dari Fery Sujarwo mengaku belum ada rencana untuk merubah nama bayi yang meninggal, dari Ayra Shirly Al Naira menjadi Ali sesuai nama di pemakaman.

Namun pihaknya akan melaporkan kematian bayi ke Dispendukcapil berdasarkan surat kematian yang dikeluarkan oleh RSUD Nganjuk, bahwa dari surat kematian itu menyebutkan jenis kelamin bayi laki-laki.

Namun lagi-lagi RSUD kembali teledor dalam pencatatan administrasi, yaitu ada yang yang salah dalam penulisan di surat kematian, yaitu bayi ditulis meninggal pada 29 Mei 2020, padahal sebenarnya bayi meninggal pada 29 Agustus 2020 dan lahir pada 18 Agustus 2020.

Sebelumnya, kasus yang sempat ramai itu mencuat setelah Arum Rosalina istri dari Feri Sujarwo melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan di RSUD Nganjuk, pada Oktober 2020 lalu.

Namun setelah sebelas hari dirawat di RSUD Nganjuk, bayi dinyatakan meninggal dunia dan saat di bawa pulang ternyata berubah jenis kelaminnya jadi laki-laki.

Peristiwa itu berujung gugatan perdata dan baru dua kali sidang langsung menemui kesepakatan damai dengan ganti rugi materi berupa uang yang tidak di publikasikan oleh kedua belah pihak. (yos)

Berita Terkait

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi

Dinilai Sama Sama Bersalah, Kasus Bayi Ahirnya Damai

Sidang Perdana Kasus Bayi, Hasil Tes DNA Identik
Berita Terpopuler
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  10 jam

Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Mlaku - Mlaku  8 jam

Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Mlaku - Mlaku  8 jam

Libur Panjang Jasa Penitipan Kucing Laris Manis
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber