Berita Terbaru :
Long Weekend, Puluhan Orang Terjaring Operasi Zebra dan Operasi Yustisi
Traffic Light Padam, Lalu Lintas Simpang Empat Kartonyono Semrawut
Disporapar Gelar Lomba Cipta Masker
Tes Swab Guru SMP Hampir Selesai
Libur Panjang Jasa Penitipan Kucing Laris Manis
Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
   

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Mataraman  Jum'at, 25-09-2020 | 01:06 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Kasus kesalahan administrasi pada kelahiran bayi di RSUD Nganjuk yang berujung gugatan perdata dan sudah selesai secara damai, disesalkan oleh lembaga sosial masyarakat dari Lembaga Kajian Hukum dan Perburuhan di Nganjuk atau LSM LKHP.

Seharusnya kasus bisa terus beranjut hingga ke pidana dan ada tes DNA ulang, sebab LSM yang juga praktisi hukum ini meyakini bahwa RSUD tak mungkin salah dalam menulis identitas bayi dan pemberian gelang pada bayi dan ibunya.

"RSUD Nganjuk tidak mungkin melakukan kesalahan administrasi terhadap identifikasi jens kelamin bayi yang baru lahir. Sebab bayi saat lahir terlihat jelas jenis kelaminnya dan mudah dilihat untuk dibedakan," jelas Wahyu Prio Djatmiko, Ketua LSM LKHP Nganjuk.

Dismaping itu ada rekam medik yang dilakukan oleh petugas RSUD secara detil dan mendalam terkait identitas bayi, sehingga bayi yang dilahirkan adalah bayi yang berjens kelamin perempuan seperti yang tertulis di surat kelahiran yang dikelurkan dari rumah sakit tersebut.

Sebab bayi dirawat di RSUD selama 11 hari dan tak mungkin kesalahan pemberian gelang itu berlarut-larut hingga 11 hari lamanya.

Pihaknya akan melakukan upaya laporan ke ombudsman guna mencari kebenaranya, dan sebagai upaya megembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja RSUD.

Sebelumnya, kasus yang sempat ramai itu mencuat setelah Arum Rosalina istri dari Feri Sujarmo melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan di RSUD Nganjuk.

Namun setelah 11 hari dirawat di rsud nganjuk, bayi dinyatakan meninggal dunia dan saat di bawa pulang ternyata berubah jenis kelaminnya jadi laki-laki.

Peristiwa itu berujung gugatan perdata, dan baru dua kali sidang langsung menemui kesepakatan damai dengan ganti rugi materi berupa uang yang publikasikan oleh kedua belah pihak. (yos)

Berita Terkait

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi

Dinilai Sama Sama Bersalah, Kasus Bayi Ahirnya Damai

Sidang Perdana Kasus Bayi, Hasil Tes DNA Identik
Berita Terpopuler
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  8 jam

Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Mlaku - Mlaku  7 jam

Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Mlaku - Mlaku  6 jam

Libur Panjang Jasa Penitipan Kucing Laris Manis
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber