Berita Terbaru :
Pertahankan Tradisi Gembrungan di Tengah Pandemi
Long Weekend, Puluhan Orang Terjaring Operasi Zebra dan Operasi Yustisi
Traffic Light Padam, Lalu Lintas Simpang Empat Kartonyono Semrawut
Disporapar Gelar Lomba Cipta Masker
Tes Swab Guru SMP Hampir Selesai
Libur Panjang Jasa Penitipan Kucing Laris Manis
Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
   

Terdampak Kekeringan, Warga Harus Ambil Air di Tengah Hutan
Pantura  Kamis, 24-09-2020 | 10:22 wib
Reporter : Samsul Alim
Warga Desa Bakulan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro, bila saat musim kemarau tiba, warga harus mengambil air di sebuah sumur atau sumber air di tengah hutan. Foto : Samsul Alim
Bojonegoro pojokpitu.com, Selain kebakaran hutan, kemarau panjang membuat sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro mengalami krisis air bersih. Salah satunya di Desa Bakulan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro. Akibatnya, warga harus mengambil air di sebuah sumur atau sumber mata air yang berada di tengah hutan yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari pemukiman warga.

Sejumlah warga Desa Bakulan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro, bila saat musim kemarau tiba, warga harus mengambil air di sebuah sumur atau sumber air di tengah hutan.

Meskipun selama ini ada upaya dari pemerintah setempat untuk menanggulangi krisis air tersebut dengan dilakukan droping atau pendistribusian bantuan air bersih, namun jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah warga yang membutuhkan air.

Sudah 2 bulan ini warga kesulitan air bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan untuk minum hewan ternaknya. Untuk itu, warga harus rela mengambil air di sebuah sumur atau sumber mata air yang berada di tengah hutan yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari pemukiman warga.

Namun warga khawatir, jika musim kemarau panjang terjadi, sementara sumur tersebut diambil setiap hari oleh warga, dikhawatirkan sumbernya akan habis.

"Warga di dusun ini berharap, agar ada pembangunan jaringan pipanisasi saluran air bersih di desa tersebut, agar warga masyarakat pada tahun-tahun mendatang tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih," ucap Lasidi, salah satu warga.

Diketahui berdasarkan data BPBD Bojonegoro, jumlah desa yang mengajukan permintaan bantuan air bersih sebanyak 40 dusun yang tersebar di 24 desa di 12 kecamatan, salah satunya termasuk Desa Bakulan Kecamatan Temayang.(end)

Berita Terkait

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk

Embung Menyusut, Puluhan Hektar Sawah Dibiarkan Kering

Pemerintah Harus Bisa Mengatasi Kekeringan Jangka Panjang di Jatim

Airnya Menyusut, 15 Embung Tak Berfungsi
Berita Terpopuler
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  8 jam

Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Mlaku - Mlaku  7 jam

Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Mlaku - Mlaku  6 jam

Libur Panjang Jasa Penitipan Kucing Laris Manis
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber