Berita Terbaru :
78 Kg Sabu-Sabu dan Puluhan Ribu Pil Ekstasi, Koplo dan Happy Five Dimusnahkan
Usai Apel Pagi PNS Dilingkungan Pemkab Gresik Rebutan Buah-Buahan
64.849 Peserta BPJS Kesehatan Akan Dinonaktifkan
Pemilik Tambang Tewas Tertimbun Longsoran
69 Kelurahan Di Surabaya Nol Kasus Covid 19
Perempuan MKGR Target 10 Ribu Untuk Kemenangan Mahfud Arifin
Belajar 12 Tahun Menjadi Prioritas Utama Paslon Er-Ji
Haul KH Abdul Hamid, Dilakukan Virtual dan Membatasi Jamaah Hadir
FK3 Resmi Cabut Dukung Kelana Beralih Dukung Paslon Nomor Urut 1
Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit, Digali Secara Liar Oleh Oknum dan Kini Dikubur Kembali
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
   

Warga Tolak Penggusuran Oleh Pihak Kebun PT.Glen Nevis
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 22-09-2020 | 11:28 wib
Reporter : Iqbal Mustika,Eko Budi
Beginilah aksi warga Afdeling Wonosari, perkebunan PT Glen Nevis Gunung Terong, Desa Kebunrejo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, aksi warga ini menolak jika pihak kebun pt glen nevis menggusur tempat tinggal mereka. Foto: Eko Budi
Banyuwangi pojokpitu.com, Adanya surat yang dikeluarkkan perkebunan PT Glen Nevis Gunung Terong, Desa Kebunrejo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, membuat warga Afdeling Wonosari marah, karena danya surat yang mengatakan akan membongkar rumah milik salah satu warga, yang diduga telah melakukan tidakan kriminal mencuri kopi di wiliayah kebun PT Glen Nevis Gunung Terong.

Dengan adanya surat tersebut warga yang sudah puluhan tahun menempati rumah ini,meminta pihak perkebunan PT Glen Nevis untuk membatalkan rencana tersebut.

Warga yang sudah menetap selama puluhan tahun ini,menggelar aksi menolak penggusuran setelah salah satu warga bernama bibit wardana,menerima surat untuk segera mengosongkan rumahnya karena sudah bukan karyawan kebun lagi.

Bukan hanya itu dalam surat yang ditanda tangani komisaris utama PT Glen Nevis Gunung Terong, juga menjelaskan bahwa bibit wardana telah melakukan tindak kejahatan dengan mencuri kopi milik kebun.

Atas dasar itulah pihak kebun PT Glen Nevis Gunung Terong meminta bibit wardana untuk mengosongkan rumahnya, dengan batas waktu sampai tanggal 20 September 2020. Aksi intimidasi terhadap warga Afdeling Wonosari ini sudah sering dilakukan oleh pihak kebun PT Gren Nevis yang selalu mengatakan akan melakukan penggusuran rumah warga yang
ditempati.

Dengan adanya intimidasi ini,warga sepakat menolak secara terang-terangan jika pihak kebun gren nevis melakukan penggusuran tempat tinggalnya. Pihak perkebunan PT Gren Nevis Gunung

Terong melalaui perwakilanyan Zuhriyanto, mengatakan, bahwa penggusuran tempat tinggal warga di Afdeling Wonosari tidak benar, karena selama ini pihak kebun masih berkomunikasi dengan baik dengan warga yang tinggal di Afdeling Wonosari.

Warga yang terdiri dari 28 kepala keluarga ini juga tidak pernah ada masalah dengan pihak kebun,namun beberapa waktu lalu ada salah satu warga yang diduga telah melakukan tindakan pencurian kopi di wilayah kebun PT Gren Nevis. Dengan adanya kejadian ini maka pihak kebun memberikan surat kepada warga tersebut untuk mengosongkan rumahnya karena sudah bukan karyawan kebun.

Hal inilah yang memicu aksi warga sehingga warga menduga bahwa surat tersebut akan di lakukan penggusuran semua rumah di Afdeling Wonosari.

Pihak Forpimkas Kecamatan Kalibabru, yang mendapat informasi tersebut melakukan pendekatan kepada warga dan memberikan pemahaman bahwa penggusuran rumah di afdeling wonosari tidak benar. Karena pihak Forpimkas sudah berkoordinasi dengan pihak manajemen kebun PT Gren Nevsi Gunung Terong dan mengatakan bahwa penggusuran rumah milik warga
di Afdeling Wonosari tidak benar.

Kapolsek Kalibaru, AKP Abdul Jabar menjelaskan, kepada warga bahwa surat yang diberikan pihak kebun kepada bibit wardana tersebut,hanya untuk pengosongan rumah bukan untuk penggusuran rumah warga.

Adanya kejadian ini warga yang selama puluhan tahun bermukim di Afdeling Wonsari meminta kepada pihak penegak hukum dan pemerintah untuk bisa melindungi rakyat kecil yang selama ini banyak menerima intimidasi dari pihak kebun PT Gren Nevis Gunung Terong,Desa Kebunrejo,Kecamatan Kalibaru.

Saiful Rohman, salah satu perwakilan warga meminta pihak penegak hukum bisa memberikan jaminan jika penggusuran tempat tinggal tidak pernah akan dilaukan oleh pihak kebun PT Gren Nevis Gunung Terong.

Sehingga warga akan lebih tenang, namun jika pihak kebun masih melakukan aksi intimidasi lagi warga melakukan aksi penolakan lagi. (yos)

Berita Terkait

Warga Datangi Balai Desa Tuntut Penutupan Kandang Ayam

Puluhan Warga Blokade Pintu Masuk PT TPPI Tuban

Oknum Perangkat Diduga Selingkuh Warga Gruduk Kantor Desa

Gugat Tanah Wakaf,Tuai Protes Warga
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  12 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  10 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  6 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber