Berita Terbaru :
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Pasien Positif Virus Corona Dijemput Paksa
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 16-09-2020 | 12:22 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Agar tidak menyebar luas ke keluarga dan kontak erat, tim nakes puskesmas, muspika, yang bekerja sama dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo melakukan penjemputan, guna dilakukan karantina di rumah sehat yang disediakan pemerintah. Foto : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Karyawan pabrik rokok di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, hasil swab turun dan dinyatakan positif covid 19. Guna mengantisipasi penyebaran corona meluas Tim Satgas Covid 19 setempat langsung menjemput pasien. Namun sayang, penjemputan ditolak keluarga dan suami pasien. Setelah dimediasi semua pihak, akhirnya mau namun pasien akan diantar sendiri ke rumah karantina.

Hasil swab dinyatakan positif covid-19, KF (26) warga Dusun Pasar, Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, salah satu karyawati pabrik rokok di Probolinggo, hingga dilakukan penjemputan paksa di rumahnya.
 
Namun tim satgas menemui jalan buntu saat suami yang bersangkutan menolak karantina yang ditawarkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo.
 
Hasil rapid test FK, sebelumnya reaktif, selanjutnya dilakukan swab dan hasilnya positif terpapar covid-19. Diduga KF ini tertular dari teman-teman yang sudah terpapar sebelumnya.
 
Agar tidak menyebar luas ke keluarga dan kontak erat, tim nakes puskesmas, muspika, yang bekerja sama dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo melakukan penjemputan, guna dilakukan karantina di rumah sehat yang disediakan pemerintah.
 
Penolakan sempat dilakukan suami KF dan orang tua KF. Keluarga memohon lebih baik orang tua mendapat hukuman daripada anaknya tinggal di rumah karantina. Mereka beranggapan terkena covid-19 seperti mendapat aib keluarga.
 
Meski mediasi sempat berjalan alot, akhirnya suami dan orang tua KF menyetujui untuk dilakukan karantina, namun akan diantar sendiri oleh keluarga.
 
Ugas Irwanto, Koordinator Penegakan Hukum Gugus Tugas Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, mengatakan, untuk antisipasi menyebar luas covid-19, KF pasien yang positif terpapar corona langsung dijemput untuk dilakukan isolasi. Pendekatan secara humanis, akhirnya keluarga bisa memahami kondisi anaknya.
 
Tingginya penularan virus mematikan ini, Tim Gabungan Satgas Covid-19 dan Forkopimda terus melakukan razia yustisi agar masyarakat benar-benar mematuhui protokol kesehatan untuk selalu memakai masker.
 
Hasilnya, masih banyak warga yang mengindahkan memakai masker, sanksinya mulai hukuman fisik, menyapu pasar hingga menghafal lagu kebangsaan Indonesia Raya.
 
Saat ini Kabupaten Probolinggo masuk zona merah, orang terkonfirmasi positif berjumlah 676 orang, pada sehari Selasa kemarin sebanyak 40 orang terkonfimasi positif baru, pasien sembuh 497 orang, dirawat 144 orang, 35 orang meninggal dunia.(end)
 



Berita Terkait

Pasien Positif Virus Corona Dijemput Paksa
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  6 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  4 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber