Berita Terbaru :
Pemulihan Ekonomi, Petani Keramba Apung Dapat Bantuan Bibit Lobster
Antispasi Cluster Baru, Polresta Sweeping Kendaraan Masuk Sidoarjo
Ini Beberapa Penemuan Bawaslu Selama Tahapan Kampanye
Video Eri-Armudji Sengaja Kampanye Melibatkan Anak SMP
Diresmikan Menteri Desa, Digitalisasi Desa di Tulungagung Mudahkan Urusan Warga
Budaya Perayaan Maulid Nabi di Pulau Bawean Berlangsung Meriah
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Kemenhub Bersama Pemkab Sediakan Angkutan Gratis Menuju Ijen
Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Sinergi Dunia Usaha dan Dunia Industri Cetak Wirausaha Bidang Teknologi
Momen Sumpah Pemuda, Mahcfud Napak Tilas Kediaman WR Soepratman
Kakorlantas Cek Pos Pengamanan Libur Panjang
Diduga Bunuh Diri, Pengamen Ditemukan Tewas Leher Tergorok di Kamarnya
Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Relawan KIP Progo 5 Hadirkan Saksi Risma Belum Kantongi Izin Kampanye
   

Petani Mulai Berkeluh Kesah Kesusahan Cari Pupuk Subsidi
Malang Raya  Rabu, 16-09-2020 | 07:10 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Musim tanam usai panen, para petani membutuhkan asupan pupuk untuk menyuburkan persawahan mereka, yang kini harus dipusingkan dengan langkanya pupuk bersubsidi dipasaran. Foto: Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Pupuk buat pertanian semakin langka dan susah dalam mencari pupuk subsidi bagi petani kecil yang berharap harga murah. Bahkan, seorang petani harus mencari di lain daerah untuk bisa membuat tanaman mereka subur dan bisa panen dengan hasil maksimal, yang kini terpaksa harus membeli pupuk non subsidi yang harganya bisa tiga kali lipat.

Pupuk bersubsidi yang ada dikisaran harga 95 ribu per kwintalnya, kini susah dicari, dibarengi program pinjaman bni untuk petani yang sudah tidak keluar buat mereka petani kecil didesa-desa.

Seorang petani bernama Muhammad Qosim, harus rela lalu lalang kedaerah lain untuk mencari keberadaan pupuk bersubsidi, namun tidak kunjung menemukan, dan jika ada kisaran harga 115 ribu perkwintalnya.

Sementara itu, untuk pupuk non subsidi, harga sudah mencapai 3 kali lipat pupuk bersubsidi atau dikisaran 300 ribu per kwintal, sedangkan sawah mereka butuh diberikan pupuk pada masa penyemaian saat ini.

Qosim juga harus rela membeli pupuk non subsidi yang harganya Rp 300 ribu perkwintalnya, dan untuk pupuk bersubsidi jenis ZA, urea dan sebagainya milik petrokimia sudah langka dipasaran yang membuat dirinya harus memutar otak untuk bisa tetap bercocok tanam.

Dirinya juga berharap, pinjaman dari bank juga dibuka kembali untuk bisa memperlancar penyediaan pupuk dikala langka dan juga untuk keperluan perawatan dalam bercocok tanam disawah.

Sementara itu, petrokimia yang memiliki cabang dibeberapa daerah juga menyediakan pupuk untuk keperluan beberapa kecamatan yang ada, dimana orang luar daerah akan sulit mendapatkan pupuk tersebut. (yos)


Berita Terkait

Suhandoyo Cabup Perseorangan Janjikan Pupuk Murah Pada Petani

Jatah Stok Pupuk di Kabupaten Lamongan Dikurangi

Petani Resah Adanya Kelangkaan Pupuk dan Serangan Hama Tikus

Pengunaan Tidak Sesuai Target Menyebabkan Pupuk Langka
Berita Terpopuler
Relawan KIP Progo 5 Hadirkan Saksi Risma Belum Kantongi Izin Kampanye
Pilkada  5 jam

Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
Peristiwa  19 jam

Momen Sumpah Pemuda, Mahcfud Napak Tilas Kediaman WR Soepratman
Metropolis  4 jam

Video Eri-Armudji Sengaja Kampanye Melibatkan Anak SMP
Politik  2 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber