Berita Terbaru :
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Ketahuan Tidak Bermasker Emak-Emak Menangis Hingga Bersimpuh
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 15-09-2020 | 20:15 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Ketahuan melanggar protokol kesehatan, dua emak-emak di Kota Probolinggo, menangis histeris hingga bersimpuh saat akan didata dan diberi sanksi sosial petugas. Foto: Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Tim gabungan satgas covid 19 Kota Probolinggo semakin gencar melakukan razai yustisi adaptasi kebiasaan baru, yang mewajibkan warga memakai masker saat berada di luar rumah.

Benar saja, razia yang digelar di jalan dokter sutomo ini petugas masih banyak menemukan warga yang tidak memakai masker. Baik, pengendara roda dua, pengendara mobil dan penumpang becak.

Dua emak-emak ibu dan anak ini misalnya, selain ketahuan tidak mengenakan helm, salah satu dari mereka tidak memakai masker. Bukannya mau menerima sanksi, emak-emak ini berusaha kabur dari petugas.

Karena ketakutan salah satu dari mereka terus menangis, bahkan bersimpuh tidak mau disangsi sosial dan meminta pulang. Rata-rata warga tidak mengenakan masker, selain alasan lupa, banyak juga yang di kalungkan di leher.    

Anton salah satu pelanggar, dia membawa masker tapi keburu mengantarkan saudaranya kerja hingga akhirnya terjaring razia. Dia mengakui kesalahannya dan ikhlas menerima sangsi sosial berupa menyapu halaman gedung olah raga ahmad yani.
 
Sementara itu menurut Kompol Teguh Susanto, Wakapolres Probolinggo Kota, tidak sampai 1 jam sudah puluhan pelanggar terjaring, berarti kesadaran memakai masker masih rendah. "Untuk sementara warga disuruh memilih sangsi jika sanggup membayar silahkan membayar," jelasnya.

Razia yustisi adaptasi kebiasaan baru ini sesuai intruksi presiden nomor 6 tahun 2020, dan diperkuat peraturan daerah provinsi Jawa Timur nomor 2 tahun 2020, razia ini juga akan terus dilakukan 3 kali dalam sehari di titik-titik berbeda di wilayah kota probolinggo, sampai warga benar-benar sadar akan pentingnya bermasker.

Di Kota Probolinggo sendiri jumlah orang yang terkonfimasi positif covid 19 sebanyak 368 orang, sembuh 305 orang, dirawat 62 orang, meninggal 19 orang. (yos)




Berita Terkait

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura

Malu, Pelanggar Protkes Pakai Helm Saat Disanksi Menyapu Jalan Raya

Hasil Operasi, 657 Warga Tidak Bermasker Terjaring Satgas Covid 19

Operasi Masker Dengan Sanksi Sosial Masih Diterapkan
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  6 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  3 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber