Berita Terbaru :
Pemulihan Ekonomi, Dewan Pastikan Proyek Jembatan Joyoboyo Tuntas Sesuai Target
Kejar Target, Pemasangan Single Seat Sudah Mencapai 80 Persen
Gagal Panen, Petani Tebangi Pohon Jagung Untuk Pakan Ternak
Catat, Ibu Hamil Harus Rajin USG
Mau Maskeran Apa Harus Harus Lipstik?
Lulus S3, Oki Setiana Dewi Raih Gelar Doktor
Mahmoud Eid Pilih di Surabaya Timbang Pulang ke Swedia
Jelang Musim Hujan, Sampah Bambu Menumpuk di Aliran Sungai
Warga Ramai-Ramai Ajukan BPUM Tahap 2
   

Diadukan Ke Polda Jatim, Dua Kreditur Mariani Tanubrata Cabut Gugatan
Hukum  Selasa, 15-09-2020 | 18:16 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Perkara pailit Mariani Tanubrata dengan nomor perkara 46/Pdt.Sus-PKPU/2019/PN.Niaga.Sby, memasuki babak baru. Setelah kurator Muhammad Idris S.Sos, M.H mengadukan dua kreditur, Njoo Andi Soenjoto dan Hendra Irawan ke Polda Jatim. Hari ini, dua kreditur akhirnya mencabut gugatan perdatanya di Pengadilan Negeri Surabaya.

"Gugatannya dicabut. Dicabut berdasarkan surat yang dikirim ke majelis hakim," kata Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik dikutip pada kuasa hukum tergugat 1 dalam persidangan di ruang sari 1 Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (15/9).

Gugatan perdata nomor 756/Pdt.G/2020/PN Sby bertanggal 13 Agustus 2020 itu dicabut tanpa kehadiran pihak penggugat maupun kuasa hukumnya. Terpisah, Evy Susantie selaku kuasa hukum penggugat saat dikonfirmasi membantah bila pencabutan gugatan tersebut karena adanya pengaduan di Polda Jatim.

"Bukan, bukan karena itu. Nanti aku kirimi data yang komplit. Sekarang aku masih di laboratorium lagi cek darah," katanya.

Diketahui, Sebelumnya pada Jumat (12/9) lalu, Njoo Andi Soenjoto dan Hendra Irawan dilaporkan ke Polda Jatim oleh Muhammad Idris yang merasa nama baiknya dicemarkan lantaran dianggap tidak melaksanakan tugasnya dan mengabaikan hak-hak kreditor.

Pengaduan polisi tersebut bermula ketika Muhammad Idris mendampingi mereka dalam perkara pailit Mariani Tanubrata dengan nomor perkara 46/Pdt.Sus-PKPU/2019/PN.Niaga.Sby. Para kreditor itu beranggapan mempunyai tagihan Rp 5,890 miliar dan 1,215 miliar. Padahal faktanya mereka ini sudah menerima pembayaran tersebut.

Dalam gugatannya, Njoo Andi Soenjoto dan Hendra Irawan menggugat Costaristo, Kurator Muhammad Idris dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surabaya.(end)


Berita Terkait

Diadukan Ke Polda Jatim, Dua Kreditur Mariani Tanubrata Cabut Gugatan
Berita Terpopuler
Warga Ramai-Ramai Ajukan BPUM Tahap 2
Peristiwa  9 jam

Jelang Musim Hujan, Sampah Bambu Menumpuk di Aliran Sungai
Peristiwa  8 jam

Mahmoud Eid Pilih di Surabaya Timbang Pulang ke Swedia
Sepak Bola  7 jam

Mau Maskeran Apa Harus Harus Lipstik?
Life Style  5 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber