Berita Terbaru :
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Angka Backlog Stagnan, Pengembangan Rumah Bersubsidi Terkendala Penyediaan Lahan
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 15-09-2020 | 16:25 wib
Reporter : Agus Bondan
Di tahun 2020, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Tulungagung, mencatat angka backlog atau keluarga yang belum memiliki rumah, sebanyak 56 ribu. Jumlah tersebut didominasi keluarga dari generasi milenial, yakni sebesar 60 persen. Foto : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Angka backlog atau keluarga yang belum memiliki rumah di Tulungagung, mencapai puluhan ribu dan didominasi generasi milenial.

Tingginya angka backlog tersebut, tidak diimbangi dengan pertumbuhan pembangunan rumah bersubsidi selama beberapa tahun terakhir. Pengembangan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah tersebut, terkendala penyediaan lahan.

Di tahun 2020, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Tulungagung, mencatat angka backlog atau keluarga yang belum memiliki rumah, sebanyak 56 ribu. Jumlah tersebut didominasi keluarga dari generasi milenial, yakni sebesar 60 persen.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Perumahan Tulungagung, Anang Pratistianto, angka backlog tersebut sejak tahun 2019 belum mengalami penurunan.

"Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pengembang yang enggan membangun perumahan bersubsidi, akibat tingginya harga lahan," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pengembang perumahan, Herman Widyanto, menyangkal, tingginya harga tanah di Tulungagung, sebagai faktor utama yang menghambat para pengembang, untuk membangun perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut Wakil Ketua DPD Apersi Jatim tersebut, lambannya pembangunan rumah bersubsidi tersebut, terkendala rekomendasi tata ruang wilayah, yang masih menggunakan peta lama.

Untuk mengatasi minimnya pembukaan kawasan pemukiman baru, pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Tulungagung, membangun rusunawa untuk PNS, warga tidak mampu dan umum. Dimana sejak tahun 2018 lalu, Pemkab Tulungagung telah membangun rusunawa dengan jumlah 76 kamar dan ditahun 2020 ini juga telah menyelesaikan rusunawa dengan jumlah 42 kamar. (yos)



Berita Terkait

Angka Backlog Stagnan, Pengembangan Rumah Bersubsidi Terkendala Penyediaan Lahan
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  4 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  2 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber