Berita Terbaru :
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
Sempat Ditahan di Malaysia, 154 Orang Pekerja Imigran Indonesia Asal Madura Dideportasi
Tiga Bos Nasional Turun Tangan Selesaikan Konflik Klenteng Tuban
Warga Datangi Balai Desa Tuntut Penutupan Kandang Ayam
Tolak UU Omnibus Law, BEM Malang Raya Gelar Aksi Demo
Bencana Angin Kencang, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa Rumah
Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Dinas Pendidikan Berlakukan Belajar Tatap Muka Tingkat SD-SMP Masuk Zona Hijau dan Kuning
Seorang Laki-Laki Tanpa Identitas Tenggelam di Sungai Bengawan Solo
Persebaya Tagih Hak Komersial Rp 800 Juta Per Bulan ke PSSI
   

JPU KPK Menuntut Bupati Sidoarjo Non Aktif Dengan Hukuman 4 Tahun Penjara
Hukum  Selasa, 15-09-2020 | 12:00 wib
Reporter : Usrox Indra
Bupati Sidoarjo non aktif Syaiful Ilah dituntut JPU KPK dengan hukumana penjara 4 tahun penjara dengan denda 200 juta rupiah subsider 6 bulan penjara. Foto: Usrox Indra
Sidoarjo pojokpitu.com, Tim Ketua JPU KPK yang diketaui oleh Arif Suhermanto, Senin (14/9) petang ahkirnya melayangkan tuntutan kepada mantan bupati Sidoarjo non aktif Syaiful Ilah, dengan hukuman 4 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subider 6 bulan penjara, terkait kasus grafikasi beberapa mega proyek yang terjadi di Pemkab Sidoarjo seperti proyek candi prasung, pasar porong dan wisma atlit.

Di depan majelis tindak pidana korupsi  yang dipimpin oleh hakim Cokorda, JPU KPK menilai bupati non aktif Syaiful Ilah terbukti secara meyakinkan menerima suap bebrpa proyek, yang terbukti melalui  jejak digital yang disita oleh KPK.
 
Selain mengantongi  jejek digital, tim KPK melayangakan tuntutan 4 tahun penjaran mendengar  beberapa keterangan saksi yang dihadirkan dalam sidang seperti, Abdul Gofur, Totok Suhermas, dan Sunaji yang memeberikan ketarangan di depan majelis hakim yang menyatakan telah memberi uang sebesar Rp 200 juta kepada mantan bupati sidoarjo Syaiful Ilah.
 
Menanggapi tuntuan jaksa KPK, Syaiful Ilah melalui kuasa hukumnya Samsul Huda akan melakukan tindakan peledoi karena tuntutan KPK, dinilai tidak transparan karena dalam fakta persidangan manatan bupati Sidoarjo mengelak terkait pemberian uang dari para kontraktor sebesa Rp 200 juta. (yos)
 

Berita Terkait

JPU KPK Menuntut Bupati Sidoarjo Non Aktif Dengan Hukuman 4 Tahun Penjara

Saiful Ilah Mengakui Uang Dialirkan ke Deltras

Saiful Ilah Dicecar 20 Pertanyaan Seputar Aliran Dana Rp 350 Juta Dari Pengusaha

Quick Count Sidoarjo, Paslon Saiful Ilah - Nur Ahmad Unggul 59,76 persen
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  10 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  8 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  5 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber