Berita Terbaru :
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Wilayah Kota Surabaya (Stad Van Soerabaia)
Tempo Doeloe  Senin, 14-09-2020 | 15:45 wib
Reporter : Nanang Purwono
Surabaya pojokpitu.com, Wilayah kota Surabaya di era VOC tidaklah seluas kota Surabaya sekarang. Batas-batas wilayahnya terukur hanya mulai dari sepanjang jalan Jembatan Merah untuk batas timur, sepanjang jalan Cendrawasih dan Merak untuk batas selatan, sepanjang jalan Krembangan Timur dan sebagian lahan di sebelah utara jalan Rajawali untuk batas barat, dan jalan Garuda hingga jalan di depan Jembatan Merah Plaza untuk batas utara. Luasnya kira-kira 15.625 m2 dan dikelilingi oleh bangunan tembok kota yang di setiap sudutnya terdapat pos-pos pantau. Apabila dilihat dari udara, wilayah kota ini berbentuk segi lima. Selain terdapat pos pantau, di beberapa bagian tembok juga terdapat beberapa pintu gerbang sebagai akses masuk ke wilayah kota Sourabaya.

Pintu gerbang utama atau Pintu Penjagaan Utama (Hoofdwagts Poorte) darat berada di sudut tembok sisi selatan dan timur. Berdekatan dengan pintu penjagaan ini adalah Pos Penjagaan Utama (Hoofdwagts Punt) yang berdiri persis di tepi sungai Kalimas. Pos penjagaan ini berfungsi sebagai titik untuk mengawasi situasi yang ada di sebelah selatan kota, baik yang ada di atas jalur sungai maupun di jalur darat. Bagi siapa yang akan masuk ke kota harus terlebih dahulu melalui pemeriksaan dan atau harus melapor di pos penjagaan ini.

Bagi mereka yang berperahu, perahunya harus merapat ke pos jaga di tepi sungai dan melaporkan diri. Setelah selesai, mereka bisa bergerak masuk dan berhenti di dermaga sungai (Willemskade) yang tersedia di tepi barat sungai. Dermaga di Kalimas inilah yang juga merupakan pintu masuk utama ke kota Surabaya. Sedangkan bagi mereka yang jalan darat, mereka harus berhenti di pintu penjagaan utama untuk melapor sebelum memasuki wilayah kota.
Demi alasan keamanan, di semua sudut tembok kota selalu terdapat pos pantau. Misalnya pos pantau Rhynland di sudut tembok kota selatan bagian barat, pos pantau Westerlyke Middle Punt di sudut tembok sebelah barat, pos pantau Hertogen Bosch di sudut tembok kota bagian utara sebelah barat, dan pos pantau De Punt Krwythuys yang terletak di tengah tengah tembok kota sebelah utara.

Selain terdapat tembok kota dengan segala perlengkapan keamanan dan pertahanan, di luar batas tembok ini masih dikelilingi oleh parit. Air yang mengalir ke parit ini diambilkan dari air sungai Kalimas dengan pintu air yang berada di depan bastion utara benteng Belvedere. Setelah mengaliri parit yang mengelilingi benteng, selanjutnya air sungai ini mengaliri parit di sekeliling tembok kota. Untuk kebutuhan pengairan dan irigasi di wilayah dalam tembok, air juga dialirkan masuk ke dalam kota melalui parit atau got yang tidak selebar parit di luar tembok. Parit di dalam kota ini membujur membelah kota Sourabaya mulai barat hingga ke timur sepanjang jalan Heerenstraat (sekarang Rajawali) dan berbelok ke utara di sepanjang jalan Schoolstraat (sekarang jalan Kelasi) hingga ketemu parit di luar batas tembok utara.

Tidak cuma itu saja, air sungai juga digunakan untuk membatasi sebuah taman VOC yang berada di luar tembok. Taman ini tidak lain adalah cikal bakal dari sebuah areal taman penjara Kalisosok yang dibangun di era Daendels pada awal abad ke 19. Sebagaimana terilustrasikan pada lukisan peta tahun 1787 bahwa taman ini tertata begitu rapinya. Untuk memasuki areal taman, maka harus melewati sebuah jembatan kecil. Jembatan yang sekaligus pintu ke taman ini jaraknya tidak jauh dari pintu gerbang kota sebelah utara.

Sementara di luar batas tembok sebelah timur terdapat sungai Kalimas. Di atas sungai Kalimas inilah urat nadi perekonomian serta transportasi ke dan dari kota Surabaya bergeliat. Di sepanjang tembok sisi timur ini setidaknya terdapat 6 pintu dengan dua dermaga. Satu pintu berada persis di sebelah utara Rumah Penjagaan Pusat, dua pintu berada di depan jalan Dwarboomstraat (sekarang jalan Mliwis). Di luar pintu ini terdapat satu dermaga perahu. Satu pintu lainnya berada di depan sisi selatan rumah logi Gezaghebber (berikutnya menjadi kantor residen), satu lagi yang paling besar berada persis di depan rumah sang penguasa kota (Gezaghebber).

Kesibukan dermaga Willem di depan gedung gedung perkantoran Willemkade pada  1900 (sekarang jalan Jembatan Merah) - Asia Maior


Persis di luar pintu gerbang inilah terdapat marina yang selalu sibuk dengan perahu-perahu. Di lokasi marina ini selanjutnya dibangun jembatan angkat dengan masksud perahu-perahu besar bias hilir mudik di sungai Kalimas dan pejalan kaki bias melintas sungai melalui jembatan angkat itu. Jembatan itu kini menjadi Jembatan Merah. Sedangkan satu pintu yang terakhir berada di sebelah utara pintu besar ini. Bila parit yang mengelilingi tembok utara, barat dan selatan berfungsi sebagai bentuk sarana perlindungan kota, maka sungai Kalimas yang berada di sebelah tinur tembok juga memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai pembatas kota Belanda. Tembok ini sekaligus membatasi wilayah pemukiman orang belanda dari pemukiman Cina, Arab dan Melayu yang berada di sisi timur sungai.

Meski di era VOC beberapa logi juga dibangun di luar tembok, seperti di Simpang dengan gedung House van Sembang (Grahadi) dan di Kupang dengan Devilhuys (Gedung Setan), namun daerah-daerah itu memiliki wilayahnya sendiri yang bukan wilayah kota Surabaya. Wilayah-wilayah itu merupakan wilayah luar kota yang dipilih oleh para penguasa sebagai tempat peristirahatan dan bersantai. (yos)


Berita Terkait

Wilayah Kota Surabaya (Stad Van Soerabaia)
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  5 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  3 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber