Berita Terbaru :
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Lezatnya, Manisan Blimbing Wuluh Digemari Hingga ke Luar Daerah
Tapal Kuda Dan Madura  Sabtu, 12-09-2020 | 18:45 wib
Reporter : Abdul Majid
Manisan blimbing wuluh yang sudah jadi, dikemas dalam ukuran 120 gram per kemasan, dan dijual dengan harga Rp 10 ribu saja. Foto : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Cemilan manisan biasanya terbuat dari buah-buahan segar seperti dari buah mangga, apel, dan salak, dan sejumlah buah - buahan lainnya. Namun, di Pasuruan, seorang ibu-ibu menyulap blimbing wuluh sebagai manisan yang mempunyai citarasa tinggi. Meski terdengar tidak wajar, namun camilan blimbing wuluh ini diminati banyak orang, bahkan banyak pesanan dari luar daerah.

Siti Chotimah (40) warga lingkungan Kemambang, Kelurahan Pagak, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, inilah yang memproses blimbing wuluh menjadi camilan.

Chotim, nama akrabnya, adalah pemilik usaha home industri manisan blimbing wuluh. Sudah dua tahun ini, dirinya memproduksi manisan tersebut, yang berawal dari hobinya yang membaca buku.

Pada umumnya, manisan terbuat dari buah-buahan seperti mangga, salak, dan apel dan buah lainnya. Namun, di tangan ibu dua anak ini, blimbing wuluh diubahnya menjadi manisan yang mempunyai rasa manis tersendiri yang nikmat.

Untuk proses pembuatannya terbilang cukup rumit. Pertama kali yang harus disiapkan, bahan baku blimbing wuluh, dicuci dengan air mengalir, lalu masukkan ke air rendaman kapur sirih selama 12 jam. Setelah itu, blimbing wuluh diangkat dari kapur sirih, buang ujungnya dan dicuci kembali satu persatu, hingga bersih.

"Masak air sampai mendidih matikan kompor, masukkan blimbing yang bersih tadi, diamkan sampai 12 jam, angkat dan tiriskan. Kemudian diberi gula dan air dengan perbandingan satu-satu,  diamkan selama 24 jam. Lalu angkat dan tiriskan, dilakukan selama tiga kali untuk menghilangkan rasa asam khas dari blimbing wuluh," paparnya.

Kemudian dimasukkan ke dalam oven dengan pemanas dari lampu selama 12 jam, tergantung tingkat kematangannya.

Manisan blimbing wuluh yang sudah jadi, dikemas dalam ukuran 120 gram per kemasan, dan dijual dengan harga Rp 10 ribu saja.

"Selain olahan manisan blimbing wuluh, disini juga ada rujak legi blimbing wuluh, dan minuman sari blimbing wuluh," tambah Kepala Desa Pagak, Amang Jamiadi.

Untuk penjualannya pun sudah merambah ke beberapa daerah di Indonesia di antaranya, Surabaya, Malang, Sidoarjo, Kalimantan, dan Jakarta. Maka tak heran , jika omset yang didapat per bulan mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.(end)





Berita Terkait

Lezatnya, Manisan Blimbing Wuluh Digemari Hingga ke Luar Daerah
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  5 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  3 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber