Berita Terbaru :
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Uniknya Motif Batik Corona Karya Penyandang Disabilitas
Life Style  Sabtu, 12-09-2020 | 18:09 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Para penyandang disabilitas ini, mendapat edukasi membuat batik mulai hilir hingga hulu. Foto : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Sebuah rumah edukasi batik membina penyandang disabilitas tuna rungu di Surabaya, Jawa Timur, untuk memproduksi batik bermotif corona. Motif batik ini unik dan berbeda dengan motif batik umumnya. Motof ini dirancang sebagai wujud keprihatinan terhadap pandemi covid-19 yang tak kunjung reda. Semua kain batik karya penyandang disabilitas ini, di produksi besar-besaran dan akan dipakai sebagai baju, masker dan lain-lain. Bahkan batik corona ini telah dipesan oleh salah satu BUMN.

Kain batik corona karya penyandang disabilitas tuna rungu ini, sangatlah unik dan menarik. Selain bahannya dan warna yang bagus, juga motif batik yang menggambarkan virus corona menjadi corak unik yang berbeda dengan kebanyakan motif batik pada umumnya.
Batik corona ini memang karya penyandang disabilitas tuna rungu, yang telah mengikuti edukasi membatik di Rumah Edukasi Batik Wistara, Jalan Tambak Medokan Ayu, Surabaya, Jawa Timur.

Para penyandang disabilitas ini, mendapat edukasi membuat batik mulai hilir hingga hulu.

"Mereka diajari cara membuat cetakan batik corona dari kardus bekas, yang dibentuk menjadi pola virus corona. Setelah selesai merangkai cetakan, dilanjutkan proses pembuatan dengan mencetak lilin pada kain batik, lilin yang telah dipanaskan di cetak ke kain untuk membentuk pola batik," ucap Arya Wistara, owner Rumah Edukasi Batik Wistara.

"Setelah selesai baru kain batik diberi pewarna pakaian. Pewarnaan dilakukan secara hati-hati dan telaten oleh para pengrajin batik corona, yang semuanya penyandang disabilitas. Untuk lingkaran corona di beri warna merah, sedang untuk kain di beri warna hijau," katanya melanjutkan.

"Setelah selesai pewarnaan dan pencetakan, kain disimpang selama satu hari. Kemudian baru direndam ke air panas untuk menghilangkan lilin yang menempel.  Proses ini dilakukan agar kain tercetak secara maksimal. Usai dilakukan pencucian kain batik yang sudah jadi, dijemur hingga kering," tutur pria dengan rasa kepeduliannya yang tinggi terhadap para penyandang disabilitas.

Di rumah edukasi batik wistara ini, mereka juga diajari untuk menjahit dan memproduksi busana wanita dan baju pria. Selain itu, mereka memanfaatkan sisa kain yang terpotong untuk menjadi masker batik.

Kain kain batik ini kemudian, oleh peyandang disabilitas, dibuat produk menjadi kemeja, busana wanita hingga masker sesuai pesanan. Rumah Edukasi Batik Wistara merupakan sosioprenur sebagai wadah penyandang disabilitas untuk berkarya berproduksi dan mendapat penghasilan, dari karya-karyanya.(end)




Berita Terkait

Uniknya Motif Batik Corona Karya Penyandang Disabilitas
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  6 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  4 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber