Berita Terbaru :
Jokowi Kecam Keras Presiden Prancis Emmanuel Macron
   

Warga Keluhkan Sebanyak 13 Meteran Listrik Dipasang Secara Liar
Mataraman  Sabtu, 12-09-2020 | 13:21 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Sekitar 13 warga di Desa Joho Kecamatan Pace Nganjuk menjadi korban pemasangan meteran listrik PLN yang asal asalan, warga desa terpencil ini. Foto: Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Belasan warga di Nganjuk mengeluhkan pemasangan meteran listrik yang dipasang secara asal salan oleh rekanan dari PT PLN Rayon Nganjuk. Sebanyak 13 meteran itu dipasang di kandang sapi dan sejumlah rumah rumah warga yang jaraknya hingga 700 meter dari rumah milik pemasang meteran.

Warga mengeluh karena warga merasa ditipu dengan menbayar Rp 4 hingga Rp 5 juta, namun meteran hanya di letakkan di kandang sapi, warga semakin bingung karena kandang dibongkar oleh pemiliknya.

Menurut Jaimin, pemasang meteran listrik, kasus itu terjadi sejak tahun 2011 silam, saat itu ada sebanyak 13 warga Dusun Dampit Desa Joho memasang meteran listrik jenis pulsa, dan mendaftar secara resmi ke PLN Nganjuk.

Oleh rekanan yang ditunjuk oleh PLN, sebanyak 7 meteran listrik semula dipasang di tiang besi ukuran kecil yang dibeli warga.  

"Namun hanya bertahan seminggu saja dan dicopot oleh pihak PLN karena dinilai pemasangan yang dilakukan oleh rekanan itu tak sesuai SOP PLN,  anehnya sekitar 7 meteran listrik itu malah di pindah di kandang sapi, dan selebihnya dititip-titipkan ke rumah rumah warga," kata Jaimin.

Masalah kembali muncul saat pemilik kandang pada Jumat, 11 September 2020 membingkar kandangnya, dan meteran rumah wargapun berserakan dan oleh pihak rekanan pln di pasang di batang kayu yang ditancapkan di sawah warga.

Tentu saja kondisi itu membuat warga resah karena tiang listrik rawan jatuh dan membahayakan, juga warga mengaku susah payah jika terjadi pemadaman harus menuju meteran yang ada di sawah dengan jarak 700 meter untuk menyalakan meteran kembali dan mengisi pulsa.

Warga meminta pihakrekanan atau pln nganjuk harus bertanggung jawab, dan secepatnya memindahkan meteran ke rumah warga sebagai pemasang, dan meminta agar rekanan PLN tidak asal asalan dalam meletakkan meteran listrik.

Pemasangan meteran listrik dikandang itu dibenarkan oleh Kasturi, pemilik kandang sapi, ia membongkar kandangnya untuk di renovasi, dan meminta pln agar sebanyak 7 meteran listrik itu dipindah.

Sementara Wicaksono, Manager PLN area Nganjuk saat berada di lokasi kandang sapi enggan berkomentar ke media terkait kasus pemasangan meteran dikandang sapi tersebut, pihaknya mengaku masih melakukan koordinasi dengan sekumlah pihak terkait.

Hingga saat ini belum ada solusi atas kesalahan pasang meteran listrik tersebut, pihak warga meminta agar pln bisa segera menyelesaikannya dan warga tidak dirugikan atas kesalahan pemasangan dari pihak rekanan PLN tersebut. (yos)

Berita Terkait

Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis

Warga Datangi Balai Desa Tuntut Penutupan Kandang Ayam

Puluhan Warga Blokade Pintu Masuk PT TPPI Tuban

Oknum Perangkat Diduga Selingkuh Warga Gruduk Kantor Desa
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber