Berita Terbaru :
Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumahnya
Tim Gugus Tugas Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Kantor DPPKAD Ponorogo
Terekam CCTV, Kawanan Pengamen Gondol Motor di Minimarket
1 Pegawai Meninggal dan 12 Positif, Kantor Pajak Ponorogo Di-Lock Down
Jelang Pemungutan Suara, Pemprov Jatim Gelar Rakor Kesiapan Pilkada 9
Diduga Belum Berizin, Proyek Diamond Village Juanda Disoal Warga
Sisir 18 Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan Lanjut Atas Kasus Penelantaran Bayi
Kasus Covid 19 Ponorogo Meningkat Signifikan
Tertimpa Dahan Pohon, Pengendara Motor Kritis
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Balita Korban Terseret Air Bah Ditemukan Meninggal
Humas Pemkot Sanggah Walikota Malang Terpapar Covid-19
Banjir Bandang Surut Warga Bersih-Bersih
Jalur Pantura dan Rumah Warga Terendam Banjir Bandang
Dua Rumah Warga Rusak Terdampak Tanah Longsor
   

Diduga Rekomendasi Partai Tidak Jelas, Warga Tuntut Bakal Calon Bupati Mundur Pencalonan
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 10-09-2020 | 16:43 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Diduga tidak jelas rekomendasi partai terhadap salah seorang bakal calon bupati yang akan maju di Pilkada Sumenep, puluhan warga melakukan aksi di depan kantor DPRD Sumenep, peserta aksi menuntut agar calon tersebut untuk mundur dalam pencalonannya. Foto: Wildan Lipu Prasasti
Sumenep pojokpitu.com, Diduga ada kejanggalan dalam rekom partai politik terhadap salah seorang calon, di Pilkada Sumenep, Jawa Timur, puluhan warga melakukan aksi yang ke dua kalinya di depan kantor dprd Kabupaten Sumenep.

Dalam tuntutannya peserta menolak salah satu calon, yakni atas nama Fatta Jasin untuk maju dalam pilkada mendatang, hal tersebut dilakukan karena para peserta aksi menduga, bahwa rekomendasi calon tersebut tidak jelas. Bahkan pihaknya menilai hal tersebut jika sampai terjadi bisa mencalonkan, nantinya akan  menjadi ancaman bagi Kabupaten Sumenep tersendiri.
 
Selain itu, para peserta aksi juga merasa kecewa sebab sudah dua kali melakukan aksi belum ditanggapi langsung oleh pihak DPRD, saat melakukan aksinya di depan kantor DPRD, bahkan aksi tersebut akan berkelanjutan dengan mengirimkan surat langsung ke DPRD.  

"Tujuann ya agar kita bisa langsung ditemui dan bisa menyuarakan segala tuntutan, sebelumnya kita hanya mengirimkan surat ke kepolisian saja," jelas Abd Basit, salah satu peserta aksi.  
 
Aementara, hingga berita ini keluar masih belum ada konfirmasi pernyataan langsung dari pihak DPRD,  perihal alasan tidak ditemuinya para peserta aksi yang sudah dua kali mendatangi kantor DPRD. (yos)
 


Berita Terkait

Buntut Gelapkan Uang Kompensasi, Puluhan Warga Pungging Tuntut Kepala Dusun Dicopot

Aliansi Masyarakat Sidoarjo Demo Tolak Kedatangan Habib Riziq Shihab ke Sidoarjo

Belasan Calon Perangkat Desa Kebonagung Protes Panitia Seleksi

Perangkat Desa Hamili Janda, Ratusan Warga Demo
Berita Terpopuler
Satu Keluarga Terseret Air, Satu Bayi Belum Ditemukan
Peristiwa  6 jam

Banjir Bandang Genangi Jalan Propinsi Pengendara Nekat Terobos Arus Banjir
Peristiwa  6 jam

Laskar Sakera dan DPAC Barisan Kader Gus Dur Bantur Siap Amankan Pilkada dan Duk...selanjutnya
Politik  11 jam

Gunung Semeru Terus Keluarkan Guguran Lava
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Tebing Dipadat Pemukiman Longsor, Rumah Warga Nyaris Ambruk
Pojok Pitu

Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Sejumlah Ruas Jalan Protokol Tergenang Banjir
Jatim Awan

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber