Berita Terbaru :
Warga Ramai-Ramai Ajukan BPUM Tahap 2
   

Stad Van Sourabaya Kota Surabaya Ala Belanda
Tempo Doeloe  Rabu, 09-09-2020 | 15:24 wib
Reporter : Nanang Purwono
Wilayah kota Surabaya ala Belanda (Stad van Sourabaya) abad 17 dengan tembok sebagai perlindungan serta benteng sebagai pos penjagaan (Asia Maior)
Surabaya pojokpitu.com, Kota Sourabaya, yang dibangun oleh VOC (abad 17 - 18), adalah sebuah kota kecil di tepi barat sungai Kalimas. Kota, yang luasnya sekitar 15.625 m2 (125m x 125m), ini dimaksudkan untuk menampung warga etnis Belanda dan Eropa dengan segala aktivitasnya. Terutama terkait dengan masalah perdagangan (karena VOC merupakan Kongsi Dagang Belanda di wilayah Hindia Timur) dan pertahanan atau kemiliteran (karena VOC sebuah lembaga yang bisa membentuk korps militer untuk kepentingan pemerintah pusat Belanda, khususnya dalam upaya mencengkeramkan kekuatannya di seluruh wilayah Hindia Timur).

Seperti yang telah dijelaskan pada alenia bahwa kota Surabaya (stad van Sourabaya) mulai dibangun pada beberapa tahun setelah pembangunan benteng Belvedere pada tahun 1678. Secara geografis, kota Surabaya dibangun di sebelah selatan benteng Belvedere dan di sebelah barat sungai Kalimas. Sayang tidak ada banyak dokumentasi visual yang bisa mempertontonkan wajah fisik kota Soerabaya pada abad ke 17 dan 18. Kalau toh ada, wujudnya hanya berupa sketsa atau lukisan yang dibuat pada tahun 1805 (beberapa tahun setelah runtuhnya VOC). Itu pun jumlahnya sangat langka. Hanya ada lima lukisan dan semua itu kini masih disimpan di Rijksmuseum, Amsterdam - Belanda.

Secara umum kota Surabaya di era VOC adalah kota perdagangan, kota pelabuhan dan menjadi pusat administrasi wilayah divisi Ujung Timur Pulau Jawa (Oosthook) dengan wilayah yang meliputi Gresik, Pasuruan, Besuki, Banyuwangi, Bangkalan dan Sumenep. Wilayah divisi Oosthook ini berada di bawah admisnistrasi Pantai Timur Utara yang bermarkas di Semarang.

Lukisan wajah kota Surabaya dipandang dari seberang timur Kalimas (Asia Maior)

Surabaya menjadi pelabuhan utama untuk distrik timur karena letak geografisnya yang strategis. Yaitu terletak di pertemuan antara Jawa dan Madura. Wilayahnya luas dan lebar, terlindung dari angin maupun lautan dan bisa dikatakan aman dari serangan musuh yang mendadak. Apalagi, ketika itu, untuk menjangkau kota Surabaya, kapal kapal masih harus menyusuri sungai Kalimas hingga akhirnya sampai di sebuah kota di sebelah barat sungai dengan sebuah benteng yang berdiri di batas utara kota. (end)

Berita Terkait

Stad Van Sourabaya Kota Surabaya Ala Belanda
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber