Berita Terbaru :
Volkswagen Dapat Untung dari Pembeli Mobil Mewah
Jokowi Kecam Keras Presiden Prancis Emmanuel Macron
   

Kelompok Masyarakat Deklarasi Tolak KAMI di Surabaya
Metropolis  Rabu, 09-09-2020 | 12:35 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Aksi menolak keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terus bergulir ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Hari ini puluhan aktivis yang mengatasnamakan Koalisi Anti Fitnah, Intoleransi dan Radikalisme (KAFIR) ikut menolak keberadaan KAMI di Surabaya. Mereka menggelar aksi damai di Taman Bungkul Surabaya, Rabu (9/9).

Korlap KAFIR, Gus Andre menyatakan, KAMI hanyalah gerakan politik berkedok moral yang dilakukan segelintir orang yang mengaku dari golongan tokoh nasional. Dia meyakini keberadaan KAMI justru akan memecah belah bangsa Indonesia.
"Tuduhan-tudahan yang tidak berdasar terhadap kondisi Indonesia saat ini adalah upaya mengakumulasi gerakan politik tokoh-tokoh yang tidak mendapatkan kekuasaan," kata Gus Andre.

Sebagai warga Surabaya dan Jawa Timur, prioritas adalah bersatu dan bergotong-royong bersama semua rakyat untuk mengatasi dampak Covid-19 dan pulih dan bangkitnya ekonomi warga Surabaya dan Jawa Timur sejak dihantam pandemi. KAMI menurutnya, hanya semata-semata ingin muncul dalam panggung politik yang dibungkus pemikiran yang seolah-olah kritis.

"Padahal hanya mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dilatarbelakangi kebencian terhadap pemerintah," ujarnya.

Karena itu, dalam aksi damai ini, KAFIR mengeluarkan tiga tuntutan. Pertama, mendesak pihak kepolisian untuk tidak mengizinkan dan menolak kegiatan KAMI di Surabaya karena membuat gaduh dan memperkeruh suasana warga Surabaya dan Jawa Timur yang sedang berduka dampak dari pandemi Covid-19.

"Kedua, mendesak Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim untuk ikut menolak kegiatan deklarasi KAMI tersebut, karena berpotensi menjadi kluster baru penyebaran COVID-19," tuturnya.

Ketiga, mendesak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Surabaya dan Jawa Timur menolak adanya acara deklarasi KAMI, demi keamanan, kenyamanan dan kondusifitas kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dari tokoh tokoh haus kekuasaan yang selalu bermanuver demi kepentingan pribadi.

"Warga masyarakat Surabaya dan Jawa Timur tidak butuh adanya deklarasi politik pembentukan koalisi seperti ini, karena lebih butuh solusi untuk memecahkan masalah," ujarnya. (yos)

Berita Terkait

Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis

Warga Datangi Balai Desa Tuntut Penutupan Kandang Ayam

Puluhan Warga Blokade Pintu Masuk PT TPPI Tuban

Oknum Perangkat Diduga Selingkuh Warga Gruduk Kantor Desa
Berita Terpopuler
Jokowi Kecam Keras Presiden Prancis Emmanuel Macron
Peristiwa  2 jam

Volkswagen Dapat Untung dari Pembeli Mobil Mewah
Otomotif  39 menit



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber