Berita Terbaru :
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
Lokasi Wisata Waterpark Masih Sepi
Antisipasi Banjir dan Jalan Rusak Pj Bupati Sidoarjo Sidak Pengerjaan Jalan
Libur Panjang, Stasiun Bojonegoro Tambah Dua Kereta Api
Anggaran Perbaikan Jalan di Ngawi Turun Drastis
Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Perdana, Risma Kampanye Bersama Eri Cahyadi Sapa Warga Bulak
   

Peneliti Unair Temukan Mutasi Virus Corona
Covid-19  Rabu, 02-09-2020 | 10:08 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Profesor Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Pakar Biomolekular Universitas Airlangga Surabaya, mengatakan mutasi D614G dan Q677H telah terjadi di negara lain. Foto : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Pakar Biomolekular Universitas Airlangga Surabaya, Profesor Ni Nyoman Tri Puspaningsih menemukan mutasi virus corona baru di Surabaya, yakni tipe Q677H. Mutasi tipe Q677H sama seperti tipe D614G yang sekarang sedang dibicarakan di berbagai negara.

Mutasi virus corona tipe Q677H yang baru ditemukan di Surabaya ini, berada di lokasi spike yang sama dengan mutasi D614G. Mutasi D614G dan Q677H menunjukkan lokasi yang sama dari mutasinya yakni perubahan asam amino pada lokasi D614G dan Q677H. Mutan ini posisinya dekat dengan pemotongan purin enzim protease yang dimiliki sel inang dalam hal ini manusia, tepatnya di sel paru-paru.

Profesor Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Pakar Biomolekular Universitas Airlangga Surabaya, mengatakan mutasi D614G dan Q677H telah terjadi di negara lain.

"Dari data yang ada, mutasi Q677H telah ditemukan pada bulan Mei di enam negara termasuk Indonesia, tepatnya di Surabaya. Dan saat ini mutasi corona D614G yang disebut-sebut memiliki kemampuan menyebar 10 kali lebih cepat ini telah berkembang di 24 negara," kata Ni Nyoman Tri Puspaningsih, pakar biomolekular.
 
Profesor Nyoman mengungkapkan, saat ini tim peneliti Unair telah mendeteksi pengaruh penyebaran mutan tersebut. Dan saat ini sedang melakukan blocking di daerah mutasi tersebut.(end)



Berita Terkait

Peneliti Unair Temukan Mutasi Virus Corona
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  6 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  4 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  17 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  4 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber