Berita Terbaru :
Warga Ramai-Ramai Ajukan BPUM Tahap 2
   

Dampak Pandemi, 2898 Pelaku UMKM Ajukan BPUM
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 01-09-2020 | 08:21 wib
Reporter : Kriswanto
Kriteria untuk mendapatkan bantuan ini juga ditentukan, yakni pelaku UMKM memiliki aset yang tidak lebih dari Rp 50 juta, kecuali tanah dan bangunan. Sementara, untuk omsetnya per tahun maksimal Rp 300 juta.
Madiun pojokpitu.com, Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mendapat angin segar dari pemerintah berupa bantuan presiden (Banpres) produktif usaha mikro (BPUM). Di Kota Madiun sebanyak 2898 pelaku UMKM mengajukan BPUM. Hingga kini, masih dalam proses validasi.

2898 pelaku UMKM di Kota Madiun telah diajukan secara bertahap kepada pemerintah pusat. Tahap pertama diajukan pada 19 Agustus dan tahap kedua pada 24 Agustus lalu. Hingga kini, proses pengajuan tersebut masih dalam proses validasi.

Harum Kusumawati , Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi dan Usaha Mikro (DPMPTSP KUM) Kota Madiun mengatakan, kriteria untuk mendapatkan bantuan ini juga ditentukan, yakni pelaku UMKM memiliki aset yang tidak lebih dari Rp 50 juta, kecuali tanah dan bangunan. Sementara, untuk omsetnya per tahun maksimal Rp 300 juta.

"Proses verifikasi terdapat dua tahap, yakni tahap bank penyalur BPUM dan dari Kementrian Koperasi dan UKM," kata Harum Kusumawati.
 
Program yang diberi nama bantuan presiden (banpres) produktif usaha mikro ini merupakan upaya membantu usaha mikro agar lebih produktif dalam berupaya pulih serta bangkit akibat terdampak pandemi covid-19.(end)

Berita Terkait

Warga Ramai-Ramai Ajukan BPUM Tahap 2

Pemohon BPUM Membludak 19.000 Melebihi Kuota

Dampak Pandemi, 2898 Pelaku UMKM Ajukan BPUM
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber