Berita Terbaru :
Relawan Gas Satu Deklarasi Dukung Paslon 01
Wisata Religi di Bulan Maulid Dengan Mengunjungi Museum Rosulullah
Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Pandemi, Warga Sulap Atap Toko Menjadi Kebun Tanaman Hidroponik
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Usaha Tidak Terdampak Pandemi, Terus Alami Peningkatan Konsumen Timbang Tebu
Bekerja Sebagai Mekanik Sepi Mencari Kutu Air Bernilai Fantastis
Polisi Ungkap 10 Kasus Narkoba Dan Mengamankan Belasan Tersangka
Untuk Beli Susu Anak, Ojol Nekat Curi Sepeda Bermerek
Jual Beli Online Motor Lewat Medsos, Bilang Nyoba Malah Dibawa Kabur
Ubah Pandemi Jadi Rejeki
Pantai Biru, Tempat Sampah Disulap Menjadi Wahana Wisata Baru di Bangkalan
   

Muadzin Mushola Cabuli Dua Bocah di Bawah Umur
Metropolis  Selasa, 25-08-2020 | 12:00 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Predator anak tak pernah mengenal tempat, ternyata benar adanya. Baru-baru ini seorang muadzin di sebuah musola kawasan Surabaya Barat, akhirnya ditangkap petugas Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Lantaran nekat mencabuli dua anak dibawah umur. Ironisnya, pelaku mencabuli dua anak dibawah umur tersebut di dalam musola tempat mereka biasa mengaji.

Adalah BA (53) warga asal Kecamatan Sreseh Sampang Madura, yang baru ditangkap petugas UNIT PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, lantaran nekat melakukan perbuatan cabul kepada dua anak perempuan  dibawah umur yang masing-masing masih berusia 10 tahun.

Bejatnya lagi, perbuatannya tersebut ternyata dilakukan BA di dalam sebuah musola di kawasan Wiyung Surabaya, tempat korban biasa mengaji sekaligus menjadi tempat BA bekerja sebagai muadzin.

Kompol Wahyudin Latif, Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, menjelaskan, kronologi penangkapan terhadap BA berawal dari laporan salah satu orang tua korban yang tak terima anaknya dicabuli pelaku.

"Saat itu, korban mengaku kepada orang tuanya bahwa payudaranya telah diremas oleh BA saat korban menunggu guru mengaji datang ke musola," jelasnya.

Ironisnya, perbuatan bejat tersebut dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada bulan Mei dan Agustus 2020.

"Sampai sejauh ini korban perlakuan bejat BA ada dua orang, namun tak menutup kemungkinan adanya korban-korban lainnya," tuturnya.

Dihadapan petugas, BA mengelak lantaran mengaku tak memiliki gairah kepada anak dibawah umur.

Meski demikian, pria yang juga menjadi muazin sekaligus tukang bersih-bersih musola tersbeut bakal dijerat pasal 82 undang-undang tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman pidana paling lama lima belas tahun penjara. (yos)

Berita Terkait

Sorang Dukun Cabul Masukan Tangan ke Kelamin Gadis

Termakan Bujuk Rayu, Gadis 17 Tahun Disetubuhi Penjual Kopi

Lama Menduda Kakek Cabuli Bocah Ingusan

Cabuli Anak 11 Tahun, Kakek 61 Tahun Dibekuk Polisi
Berita Terpopuler
Ubah Pandemi Jadi Rejeki
Malang Raya  10 jam

Jual Beli Online Motor Lewat Medsos, Bilang Nyoba Malah Dibawa Kabur
Malang Raya  9 jam

Pantai Biru, Tempat Sampah Disulap Menjadi Wahana Wisata Baru di Bangkalan
Mlaku - Mlaku  11 jam

Bekerja Sebagai Mekanik Sepi Mencari Kutu Air Bernilai Fantastis
Metropolis  6 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber