Berita Terbaru :
Ratusan Kaum Milenial di Jatim Mengikuti Lomba Cipta Lagu Partai Golkar
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
Lokasi Wisata Waterpark Masih Sepi
Antisipasi Banjir dan Jalan Rusak Pj Bupati Sidoarjo Sidak Pengerjaan Jalan
Libur Panjang, Stasiun Bojonegoro Tambah Dua Kereta Api
Anggaran Perbaikan Jalan di Ngawi Turun Drastis
Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Perdana, Risma Kampanye Bersama Eri Cahyadi Sapa Warga Bulak
   

Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
Politik  Sabtu, 15-08-2020 | 17:32 wib
Reporter :
Surabaya pojokpitu.com, Terungkapnya puluhan guru SD yang terpapar covid 19, mendorong DPRD Surabaya meminta Dinas Pendidikan agar guru bekerja di rumah atau work from home. Pasalnya, bila guru tetap datang ke sekolah, sementara siswa tetap di rumah maka jumlah guru yang terpapar covid 19 akan bertambah dan menganggu persiapan pembelajaran sekolah tatap muka.

Usai mengetahui adanya puluhan guru SD dan SMP yang terpapar covid 19, Reni Astuti, Wakil Ketua DPRD Surabaya langsung mendatangi Gedung PGRI Surabaya di Jalan Ahmad Yani, Sabtu (15/8) sore. Politisi dari fraksi keadilan sejahtera ini meminta penjelasan dari Sumarto, selaku Ketua PGRI Surabaya dan pengurus PGRI, terkait puluhan guru terpapar covid 19.

Sumarto mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat ke walikota surabaya, tri rismaharini agar para guru bekerja di rumah atau work from home. Namun hingga kini belum ada balasan dari pemkot atas permintaan PGRI tersebut.

Sumarto khawatir bila guru tetap datang ke sekolah, sementara siswa tetap di rumah, maka jumlah guru yang terpapar covid 19 akan terus bertambah, dan menimbulkan klaster baru di Surabaya.

Sementara itu, Reni Astuti, mengatakan, mendukung PGRI agar guru bekerja di rumah. pasalnya agar tidak ada lagi guru terpapar covid 19, yang dapat menganggu persiapan pembelajaran sekolah tatap muka.

Seperti diberitakan sebelumnya, selama pandemi covid 19, PGRI Kota Surabaya mencatat sebanyak 35 guru SD di Surabaya meninggal dunia diduga terpapar covid 19. Yang terbaru, petugas tata usaha di SD bendul merisi. (yos)



Berita Terkait

46 Guru Yang Masih Menjalani Isolasi Karena Positif

137 Guru Positif Covid-19, 4 Meninggal Dunia Terpapar Covid-19 di Surabaya

Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH

Dikbud Larang Guru-Guru Bepergian Ke Luar Kota
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  6 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  4 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  5 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  18 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber