Berita Terbaru :
Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumahnya
Tim Gugus Tugas Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Kantor DPPKAD Ponorogo
Terekam CCTV, Kawanan Pengamen Gondol Motor di Minimarket
1 Pegawai Meninggal dan 12 Positif, Kantor Pajak Ponorogo Di-Lock Down
Jelang Pemungutan Suara, Pemprov Jatim Gelar Rakor Kesiapan Pilkada 9
Diduga Belum Berizin, Proyek Diamond Village Juanda Disoal Warga
Sisir 18 Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan Lanjut Atas Kasus Penelantaran Bayi
Kasus Covid 19 Ponorogo Meningkat Signifikan
Tertimpa Dahan Pohon, Pengendara Motor Kritis
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Balita Korban Terseret Air Bah Ditemukan Meninggal
Humas Pemkot Sanggah Walikota Malang Terpapar Covid-19
Banjir Bandang Surut Warga Bersih-Bersih
Jalur Pantura dan Rumah Warga Terendam Banjir Bandang
Dua Rumah Warga Rusak Terdampak Tanah Longsor
   

Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
Politik  Sabtu, 15-08-2020 | 17:32 wib
Reporter :
Surabaya pojokpitu.com, Terungkapnya puluhan guru SD yang terpapar covid 19, mendorong DPRD Surabaya meminta Dinas Pendidikan agar guru bekerja di rumah atau work from home. Pasalnya, bila guru tetap datang ke sekolah, sementara siswa tetap di rumah maka jumlah guru yang terpapar covid 19 akan bertambah dan menganggu persiapan pembelajaran sekolah tatap muka.

Usai mengetahui adanya puluhan guru SD dan SMP yang terpapar covid 19, Reni Astuti, Wakil Ketua DPRD Surabaya langsung mendatangi Gedung PGRI Surabaya di Jalan Ahmad Yani, Sabtu (15/8) sore. Politisi dari fraksi keadilan sejahtera ini meminta penjelasan dari Sumarto, selaku Ketua PGRI Surabaya dan pengurus PGRI, terkait puluhan guru terpapar covid 19.

Sumarto mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat ke walikota surabaya, tri rismaharini agar para guru bekerja di rumah atau work from home. Namun hingga kini belum ada balasan dari pemkot atas permintaan PGRI tersebut.

Sumarto khawatir bila guru tetap datang ke sekolah, sementara siswa tetap di rumah, maka jumlah guru yang terpapar covid 19 akan terus bertambah, dan menimbulkan klaster baru di Surabaya.

Sementara itu, Reni Astuti, mengatakan, mendukung PGRI agar guru bekerja di rumah. pasalnya agar tidak ada lagi guru terpapar covid 19, yang dapat menganggu persiapan pembelajaran sekolah tatap muka.

Seperti diberitakan sebelumnya, selama pandemi covid 19, PGRI Kota Surabaya mencatat sebanyak 35 guru SD di Surabaya meninggal dunia diduga terpapar covid 19. Yang terbaru, petugas tata usaha di SD bendul merisi. (yos)



Berita Terkait

46 Guru Yang Masih Menjalani Isolasi Karena Positif

137 Guru Positif Covid-19, 4 Meninggal Dunia Terpapar Covid-19 di Surabaya

Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH

Dikbud Larang Guru-Guru Bepergian Ke Luar Kota
Berita Terpopuler
Satu Keluarga Terseret Air, Satu Bayi Belum Ditemukan
Peristiwa  6 jam

Banjir Bandang Genangi Jalan Propinsi Pengendara Nekat Terobos Arus Banjir
Peristiwa  6 jam

Laskar Sakera dan DPAC Barisan Kader Gus Dur Bantur Siap Amankan Pilkada dan Duk...selanjutnya
Politik  11 jam

Gunung Semeru Terus Keluarkan Guguran Lava
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Tebing Dipadat Pemukiman Longsor, Rumah Warga Nyaris Ambruk
Pojok Pitu

Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Sejumlah Ruas Jalan Protokol Tergenang Banjir
Jatim Awan

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber