Berita Terbaru :
KPU Mulai Distribusikan Logistik ke Kecamatan
Sebanyak 22.126 Petugas Penyelenggara Pilkada Tuban Jalani Rapit Test
Ibu Setengah Baya Tertangkap Basah Curi Ikan
Sopir Bus Jalani Tes Kesehatan Dengan Prokes Ketat
Polres Malang Koordinasi Masa Tenang Rawan Money Politic
Covid 19 Melonjak Kapolda Akan Intensifkan Operasi Yustisi
Ekskavasi Situs Sumberbeji Tahap Tiga Berakhir
   

Kericuhan Warnai Rencana Pembukaan Gembok Titd Kwan Sing Bio Tuban
Pantura  Sabtu, 15-08-2020 | 13:29 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Salah satu kelompok pengurus menghalangi dan mengusir rombongan Dirjen Kementrian Agama yang hendak membuka gembok. Sempat terjadi saling dorong, hingga akhirnya pembukaan tempat ibadah tersebut gagal dilakukan. Foto Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Kericuhan mewarnai rencana pembukaan gembok pintu gerbang Tempat Ibadah Tri Dharma Kwan Sing Bio di jalan RE Martadhinata, Kabupaten Tuban, Sabtu (15/8) siang. Seluruh pintu gerbang ditutup menggunakan rantai dan gembok. Akibatnya, sejumlah umat terpaksa melakukan sembahyang penghormatan dari luar pagar.

Kasus penggembokan tempat ibadah ini berusaha diselesaikan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat atau Dirjen Bimas Kementrian Agama Republik Indonesia. Kedua kubu dipertemukan untuk berdialog dan diminta membuka gembok pintu gerbang TITD Kwan Sing Bio.

Namun, salah satu kubu terlibat konflik menolak. Bahkan berusaha menghalangi pembukaan gembok yang hendak dilakukan kubu lawan bersama Dirjen Bimas. Adu mulut dan aksi dorong sempat terjadi. Untuk menghindari gesekan fisik, Dirjen Bimas memilih mundur dan pembukaan dibatalkan.

Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama, Caliadi mengatakan, perselisihan antar dua pengurus silakan diselesaikan secara hukum. Namun, tempat ibadah ini harus tetap dibuka, agar umat tetap bisa beribadah. "Kami datang untuk kepentingan umat, karena rumah ibadah menjadi kewenangan Kementrian Agama," kata Caliadi.

Penggembokan tempat ibadah ini sangat disayangkan Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama Republik Indonesia. Konflik antar pengurus boleh saja diselesaikan melalui jalur hukum. Tapi tempat ibadah merupakan milik umat, sehingga mereka berhak masuk untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan.

Sementara itu, kubu penolak khawatir, pembukaan klentheng akan dimanfaatkan pihak-pihak untuk menguasai. Selain itu, kasus penggembokan telah dilaporkan ke Polda Jatim. Sehingga gembok belum boleh dibuka sampai penyelidikan tuntas dilakukan kepolisian. "Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama kami nilai tidak pantas menyuruh membuka klentheng Kwan Sing Bio, karena kasusnya sudah dalam penyelidikan polisi," kata Heri Tri Widodo, kuasa hukum Bambang Joko Santoso. (pul)


Berita Terkait

Kericuhan Warnai Rencana Pembukaan Gembok Titd Kwan Sing Bio Tuban

Forum Umat Lintas Agama Demo Pengadilan Negeri Tuban
Berita Terpopuler
Covid 19 Melonjak Kapolda Akan Intensifkan Operasi Yustisi
Covid-19  5 jam

Polres Malang Koordinasi Masa Tenang Rawan Money Politic
Malang Raya  4 jam

Sopir Bus Jalani Tes Kesehatan Dengan Prokes Ketat
Malang Raya  3 jam

Ekskavasi Situs Sumberbeji Tahap Tiga Berakhir
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan

Covid Meningkat, Tatap Muka SMA/SMK Dihentikan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber