Berita Terbaru :
Pemulihan Ekonomi, Dewan Pastikan Proyek Jembatan Joyoboyo Tuntas Sesuai Target
Kejar Target, Pemasangan Single Seat Sudah Mencapai 80 Persen
Gagal Panen, Petani Tebangi Pohon Jagung Untuk Pakan Ternak
Catat, Ibu Hamil Harus Rajin USG
Mau Maskeran Apa Harus Harus Lipstik?
Lulus S3, Oki Setiana Dewi Raih Gelar Doktor
Mahmoud Eid Pilih di Surabaya Timbang Pulang ke Swedia
Jelang Musim Hujan, Sampah Bambu Menumpuk di Aliran Sungai
Warga Ramai-Ramai Ajukan BPUM Tahap 2
   

KPU Pastikan PMI Tetap Masuk Dalam Daftar Pemilih
Pilkada  Rabu, 12-08-2020 | 17:38 wib
Reporter : Ito Wahyu
Pelaksanaan tahapan pemutakhiran data pemilih dengan pencocokan dan penelitan (coklit) dalam Pilkada 2020 hampir berakhir. Prosentase capaian hampir mencapai 100 persen. Foto : Ito Wahyu
Ngawi pojokpitu.com, Menjelang hari terakhir pelaksanaan pencocokan dan penelitan (coklit) saat ini, KPU Ngawi memastikan capaiannya sudah hampir 100 persen. KPU juga memastikan bagi pemilih yang berstatus sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) tetap dilakukan pendataan dan masuk dalam daftar pemilih nantinya.

Pelaksanaan tahapan pemutakhiran data pemilih dengan pencocokan dan penelitan (coklit) dalam Pilkada 2020 hampir berakhir. Prosentase capaian hampir mencapai 100 persen.
 
Komisioner KPU Ngawi Divisi Teknis, Aman Ridho Hidayat memastikan dalam seluruh tahapan pelaksanaan coklit sudah dilakukan secara prosedural dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Secara prinsip pelaksanaan coklit sendiri digunakan untuk mendata warga yang sudah memiliki hak pilih, dengan batas usia minimal 17 tahun atau sudah memiliki e-KTP, ataupun sudah menikah. Sehingga dapat diartikan semua warga yang sudah memiliki hak pilih tetap dilakukan pendataan atau masuk dalam daftar pemilih. Termasuk dengan para pekerja migran Indonesia (PMI) ataupun TKI/TKW yang saat ini berada diluar negeri.  
 
"Saat nanti proses pendistribusian undangan pemilih atau form C6, jika pemilih tersebut tidak sedang berada di tempat maka tetap tidak akan disampaikan atau diberikan," tegas Aman Ridho Hidayat.
 
Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja di Kabupaten Ngawi setiap tahun rata-rata kurang lebih terdapat 1200 warga yang berangkat bekerja keluar negeri sebagai PMI. Sistem kerja bagi mereka kurang lebih berlangsung antara 2-3 tahun. Besar kemungkinan akan ada ribuan pekerja migran yang tidak dapat menyalurkan hak pilihnya pada pilkada mendatang, karena masih berada diluar negeri.(end)


Berita Terkait

KPU Pastikan PMI Tetap Masuk Dalam Daftar Pemilih

Bawaslu Jatim Banyak Menemukan Petugas PPDP Tidak Mematuhi Prosedur Coklit
Berita Terpopuler
Warga Ramai-Ramai Ajukan BPUM Tahap 2
Peristiwa  9 jam

Jelang Musim Hujan, Sampah Bambu Menumpuk di Aliran Sungai
Peristiwa  8 jam

Mahmoud Eid Pilih di Surabaya Timbang Pulang ke Swedia
Sepak Bola  7 jam

Mau Maskeran Apa Harus Harus Lipstik?
Life Style  5 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber