Berita Terbaru :
Puluhan KK di Desa Mategal Alami Krisis Air Bersih
Laut Tercemar Limbah, Warga Amuk Pabrik Pengolahan Ikan
Polisi Dalami Pelanggaran Kegiatan Festival Layangan
24 Nyawa Melayang Akibat Jebakan Tikus
Forkopimda Koordinasi Kamtibmas Saat Pilkada di Masa Pandemi
Dua Paslon Kampanye, Calon Walikota Petahana Teno Bagi Masker, Gus Ipul Menyapa Warga Terdampak Banjir
Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tren Naik Perkara Perceraian di Tengah Pandemi
Aliansi Cinta NKRI Dukung Polda Jatim Bubarkan Deklarasi KAMI
Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Mayat Seorang Perempuan Ditemukan di Lahan Tebu Gegerkan Warga
Seni Lukis Gentong Bekas Jadi Karya Bernilai Tinggi
Ruko Jual Aneka Kerupuk di Area Pasar Baru Ludes Terbakar, Petugas Butuh 3 Jam Padamkan Api
Bawaslu Temukan Oknum ASN Beri Dukungan, Unggah Gambar Salah Satu Paslon Di Medsos
Tim Cyber Polres Blitar Kota Patroli Dunia Maya Temukan Indikasi Kampanye Hitam
   

Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Politik  Rabu, 12-08-2020 | 16:50 wib
Reporter : M.Ramzi
Adanya praktek jual beli lahan milik negara di pasar produk unggulan, PPU Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan, terkuak pasca Satpol PP Magetan, melakukan sidak.
Berita Video : Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Magetan pojokpitu.com, Bukan hanya bangunan liar di atas negara, ternyata lahan yang ada di sekitar PPU Maospati Magetan, tersebut diperjual belikan. Satu bidang tanah untuk satu toko dibandrol Rp 25 hingga Rp 30 juta.

Adanya praktek jual beli lahan milik negara di pasar produk unggulan, PPU Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan, terkuak pasca Satpol PP Magetan, melakukan sidak. Salah satu penghuni bangunan di sisi timur PPU Jainuri mengaku, awalnya membeli lahan tersebut ke salah seorang warga bernama Haris. "Sebidang tanah yang akan dijadikan toko itu, dibeli seharga Rp 30 juta pada tahun 2002 silam," kata Jainuri.

Namun hingga saat ini, ia belum mendapatkan sertifikat resmi seperti dijanjikan. Ia tidak sadar bahwa tanah tersebut bisa disrtifikatkan, mengingat tanah negara. Ia berharap, pemerintah mengusut tuntas praktek jual beli tanah tersebut, agar penghuni bangunan yang selama ini sudah membeli tanah tidak dirugikan.

Sesuai data dari Satpol PP Magetan, belasan bangunan tersebut liar, karena berdiri di atas tanah negara, atau tanah GG. Tanah tersebut saat ini dalam proses pengalihan ke aset Pemerintah Kabupaten Magetan, untuk dijadikan ruang terbuka hijau. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Berita Terpopuler
Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tempo Doeloe  3 jam

Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
Mlaku - Mlaku  14 jam

Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Metropolis  4 jam

Laut Tercemar Limbah, Warga Amuk Pabrik Pengolahan Ikan
Peristiwa  27 menit



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber