Berita Terbaru :
Ratusan Kaum Milenial di Jatim Mengikuti Lomba Cipta Lagu Partai Golkar
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
Lokasi Wisata Waterpark Masih Sepi
Antisipasi Banjir dan Jalan Rusak Pj Bupati Sidoarjo Sidak Pengerjaan Jalan
Libur Panjang, Stasiun Bojonegoro Tambah Dua Kereta Api
Anggaran Perbaikan Jalan di Ngawi Turun Drastis
Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Perdana, Risma Kampanye Bersama Eri Cahyadi Sapa Warga Bulak
   

Janda Mucikari Jual Anak Bau Kencur Tarif Rp 800 Ribu
Mataraman  Rabu, 12-08-2020 | 13:02 wib
Reporter : Tova Pradana
Kasus prostitusi online di Kabupaten Madiun, diungkap anggota Satreskrim Polres Madiun. Seorang janda diduga mucikari, tega menjual teman kosnya yang masih berusia dibawah umur kepada lelaki hidung belang dengan harganya Rp 800 ribu. Foto Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Jajaran Unit PPA Satreskrim Polres Madiun berhasil mengamankan seorang janda mucikari prostitusi online bernama Indrid Serli Mardiana (34). Indrid menjajakan gadis muda berusia 15 tahun ke pria hidung belang melalui aplikasi michat dan whatsapp .

Polisi mengungkap prostitusi online ini setelah sebelumnya mengamankan 2 korban  perempuan yang dijual indrid. Keduanya diamankan saat melayani pria hidung belang di salah satu hotel di Kabupaten Madiun. Dua gadis yang dijual Indrid masing-masing berusia 15 dan 20 tahun warga Kota Madiun dan Kabupaten Magetan.

Kepada penyidik PPA pelaku mengaku, memasang tarif kencan untuk tiap gadis tersebut seharga Rp 800 ribu. Dari setiap transaksi tersangka menerima Rp 200 ribu.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Aldo Febrianto mengatakan, korban kenal dengan tersangka karena tinggal satu rumah kos di wilayah Kota Madiun.  "Karena terdesak persoalan ekonomi,  kedua korban mau saat diiming-imingi penghasilan besar," kata AKP Aldo Febrianto.

Atas kasus ini tersangka dijerat pasal berlapis diantaranya pasal tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun. Pelaku juga dikenai pasal tentang ITE dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun. Serta pelaku juga dijerat pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP. (pul)
 





Berita Terkait

Satu Laki-Laki dan Enam Perempuan Diamankan Polisi Dugaan Bisnis Prostitusi Online

Janda Mucikari Jual Anak Bau Kencur Tarif Rp 800 Ribu

Polresta Kediri Meringkus Pasutri Pelaku Prostitusi Online

Prostitusi Model Cantik Dibongkar, Polisi Amankan Tiga Mucikari
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  6 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  4 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  5 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  18 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber