Berita Terbaru :
Tambak Pocok, Desa Mente di Bangkalan
Bekali Karyawan Keahlian Bela Diri, Balmon Buat Dojo Kempo
Mengenal Dua Ulama Besar Pendiri NU dan Muhamadiyah Melalui Film
Machfud Arifin-Mujiaman Ajak Warga Surabaya Perangi Kecurangan di Pilwali
Ujian Hafalan Al-Quran di Tengah Pandemi
LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
KPU Surabaya Gelar Deklarasi Kampanye Damai
Pemkot Surabaya Kembali Lakukan Rapid Tes di Tempat
Ratusan Taruna-Taruni Ikuti Pelayaran Ke Pulau Terluar
Anjlok, Harga Sayur di Lumajang
Kepepet Biaya Nikah, Pemuda Asal Kupang Ini Bobol Toko
Sepuluh Tahun Bupati Sambari Mengabdi, Banyak Pembangunan Monumental di Kabupaten Gresik
Pernyataan Sikap atas Keputusan Presiden Mengangkat Eks Anggota Tim Mawar di Kementerian Pertahanan
Bermain Judi Online 5 Warga Diamankan
Seorang Gadis di Bawah Umur Digilir Tujuh Pemuda
   

Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
Mataraman  Rabu, 12-08-2020 | 06:12 wib
Reporter : Tova Pradana
Ratusan hektar sawah di Kabupaten Madiun terserang hama wereng. Foto: Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mencatat ratusan hektar sawah milik petani rusak diserang hama wereng. Terbanyak, area sawah yang rusak akibat hama tersebut di wilayah Kecamatan Madiun.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perikanan, pada masa tanam Maret-Juni luas sawah yang ditanami padi sebanyak 31.822 hektar. Sedangkan sekitar 131 hektar sawah terserang hama wereng .

Kabid Hortikultura dan Tanaman Pangan, Sumanto, mengatakan, dari 131 hektar sawah terserang rincian penyebaran hama wereng yang paling banyak terdapat di Kecamatan Madiun 45 hektar, Kecamatan Balerejo 18,75 hektar, Kecamatan Dagangan 16,8 hektar dan Kecamatan Wungu 11 hektar, sedangkan sisanya menyebar di 11 kecamatan lainnya.

"Penggunaan pupuk yang berelebihan juga memacu perkembangan wereng, penggunaan varietas yang tidak tahan wereng, yaitu bukan varietas unggul pun menjadi faktor pendukung penyebaran hama utamanya wereng ," jelas Sumanto.

Berdasarkan pantauan lapangan, saat ini banyak petani yang membeli benih padi secara online dengan varietas yang sumbernya tidak jelas, sehingga mempermudah perkembangbiakan hama.

Menyikapi hal tersebut Dinas Pertanian mengambil langkah dengan meningkatkan sosialisasi penyuluhan terhadap masyarakat, agar menggunakan varietas unggul, mengurangi penggunaan pupuk urea untuk mengurangi perkembangbiakan hama wereng. (yos) 

Berita Terkait

Hindari Serangan Burung Petani Pasang Jaring

Tanaman Melon Rusak Diserang Hama Tepung dan Trotol, Petani Rugi Jutaan Rupiah

Puluhan Hektar Tanaman Padi Diserang Hama Wereng

Hama Wereng Serang Puluhan Hektar Tanaman Padi Madiun
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  23 jam

Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
Peristiwa  8 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  22 jam

LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
Opini  4 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber