Berita Terbaru :
Bekali Karyawan Keahlian Bela Diri, Balmon Buat Dojo Kempo
Mengenal Dua Ulama Besar Pendiri NU dan Muhamadiyah Melalui Film
Machfud Arifin-Mujiaman Ajak Warga Surabaya Perangi Kecurangan di Pilwali
Ujian Hafalan Al-Quran di Tengah Pandemi
LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
KPU Surabaya Gelar Deklarasi Kampanye Damai
Pemkot Surabaya Kembali Lakukan Rapid Tes di Tempat
Ratusan Taruna-Taruni Ikuti Pelayaran Ke Pulau Terluar
Anjlok, Harga Sayur di Lumajang
Kepepet Biaya Nikah, Pemuda Asal Kupang Ini Bobol Toko
Sepuluh Tahun Bupati Sambari Mengabdi, Banyak Pembangunan Monumental di Kabupaten Gresik
Pernyataan Sikap atas Keputusan Presiden Mengangkat Eks Anggota Tim Mawar di Kementerian Pertahanan
Bermain Judi Online 5 Warga Diamankan
Seorang Gadis di Bawah Umur Digilir Tujuh Pemuda
Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
   

Ini Pentingnya Ikut Permainan Tradisional Untuk Anak
Konsultasi Psikologi  Selasa, 11-08-2020 | 17:10 wib
Reporter :
Suasana kampung dolanan yang berada di kawasan perlintasan kereta api, jalan Kenjeran Surabaya. Foto Yus
Surabaya pojokpitu.com, Rublik Konsultasi Pengembangan Diri pojokpitu.com untuk memberikan pelayanan bantuan bagi semua orang yang membutuhkan solusi. Terutama untuk pengembangan kepribadian serta dampak psikologis lain, akibat peristiwa kekerasan, konflik, bencana alam, dampak penyakit dan pengalaman traumatis. Rublik Konsultasi Pengembangan Diri ini terbuka, materi kasus/naskah dikirim melalui email pojokpitu@yahoo.com.

Pertanyaan,

Sebenarnya lebih baik mana, permainan tradisional seperti engklek, petak umpet, dakon dan lain-lain. Atau permainan di laptop atau HP ? yang katanya melatih otak juga. ini untuk anak usia SD.

Surabaya, 8 Agustus 2020
Endang


Jawaban,

Saya teringat akan teori perkembangan Erik Erikson pada usia 6-12 tahun dimana perkembangan anak usia ini merupakan tahapan laten. Dimana anak diminta untuk bekerja keras memperluas area sosialnya seperti teman sekolahnya sehingga memerlukan perhatian baik dari guru maupun ortunya. Disini anak diajak untuk bekerja keras mengembangkan keinginan atau imajinasinya menjadi nyata.

Anak dididik untuk percaya diri dalam mewujudkan impiannya. Dalam permainan tradisional seperti engklek, congklak/dakon, petak umpet dan lain sebagainya anak bisa merasakan secara nyata yang dinamakan kemenangan/keberhasilan saat bermain bersama teman temannya. Dukungan guru dan ortu sangat diperlukan agar anak merasa percaya diri saat mendapatkan apa yang dia inginkan.

Sehingga dari sini anak belajar yang namanya rasa percaya diri. Disisi lain permainan/game di laptop memang bisa melatih otak anak tetapi secara individu. Disini justru anak dilatih untuk mengembangkan keinginan pribadi dengan ego. Karena kemenangan yang diperoleh anak dalam permainan dapat memuaskan keinginan anak namun anak tidak belajar bagaimana mereka bersama-sama secara sosial.

Jadi kemenangan yang didapat hanya sebatas kemenangan pribadi tanpa ada penghargaan dari teman-teman sebayanya. Sehingga ditakutkan anak justru akan menarik diri dari teman-teman sebayanya, dikarenakan tidak dibiasakan berinteraksi secara sosial. Sehingga pada tahap ini adalah tahapan kepercayaan diri vs menarik diri/inferioritas. Dukungan orang tua dan guru sangat penting pada tahapan ini untuk menjadikan seperti apa anak ini kedepannya. So, biarkan anak belajar untuk mengeksplore dan bersosialisasi seluas-luasnya dengan teman sebayanya. Hingga anak mampu untuk mewujudkan imajinasinya menjadi nyata. Sukses ditahapan ini untuk menuju tahapan selanjutnya.

Narasumber: Rusmalia Dewi, M.Si., Psikolog




Berita Terkait

Cara Menumbuhkan Bakat Anak di Usia Sekolah

Bingung Pilih Antara PNS atau Pengusaha

Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya

Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  22 jam

Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
Peristiwa  7 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  21 jam

LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
Opini  3 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber