Berita Terbaru :
24 Botol Miras dan 7 Pemandu Lagu Diamankan Satpol PP
Kampanye Tetap Bermasker Aisyiyah Jawa Timur
Kyai Kampung Hingga Pendeta Dukung dan Bergerak Menangkan MA-Mujiaman
Tanam Tanpa Tanah di Area Paving, Melon Emas Siswa SMK Bergelantungan Dengan Penguat Tali
Bupati Sidoarjo Non Aktif Optimis Bebas Dari Tuntutan JPU KPK
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, Aksi KAMI Dibubarkan
Puluhan Massa Tolak Kegiatan KAMI di Surabaya
Titip Transfer Uang, Warga Ngawi Dibayar Dengan Uang Palsu
Polisi Amankan Mantan Cawabup Madiun Pengedar Uang Palsu
Gubernur Resmikan RSUD Rujukan Bertaraf Internasional, Bakal Jadi Rumah Sakit Terbesar di Tapal Kuda
Jelang Lanjutan Liga 1, Tim dan Perangkat Pertandingan Arema FC Di-Swab Test
Diduga Ngantuk di Tol, Mobil Suzuki Ignis Seruduk Pick Up, 1 Orang Luka
Dinginkan Suasana Politik, Plt Bupati Datangi DPRD Jember
Diduga Bermuatan Politik, Pinjaman Rp 200 Milyar Pemkab Diadukan Ke Bawaslu
Tak Kuat Menanjak, Truk Bermuatan Ayam Potong Nyungsep
   

Lapas Over Kapasitas, Pemerintah Bakal Terapkan Rehabilitasi Bagi Pengguna Narkoba
Hukum  Selasa, 11-08-2020 | 08:09 wib
Reporter : Ito Wahyu
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bakal menerapkan sanksi rehabilitasi bagi para pengguna narkoba. Foto: Ito Wahyu
Ngawi pojokpitu.com, Hingga saat ini sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di sejumlah daerah mengalami over kapasitas. Jumlah warga binaan dengan kapasitas daya tampung lapas tidak seimbang, paling banyak dari kasus narkotika. Menyikapi itu, pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Masayarakat (Kemenkumham) bakal menerapkan rahabilitasi bagi para pengguna narkoba.

Ini disampaikan oleh staf khusus Kemenkumham, Fajar B.S Lase saat pencanangan zona Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Lapas Kelas II B Ngawi. 

"Saat ini pemerintah melalui Kemkumham sedang mengusulkan revisi RUU KUHP dan revisi UU narkotika. Nanti semua pelaku kejahatan semua tidak masuk dalam atau ditahan dalam rutan atau lapas," terangnya.
 
Seperti pada kasus narkoba, nantinya pengguna narkoba akan dilakukan rehabilitasi, sehingga tidak masuk dalam lapas. Karena saat ini paling banyak warga binaan dinilai berasal dari kasus narkotika, dan kebanyakan dari mereka adalah penggunanya. 

"Berdasar data kurang lebih mecapai 60-70 warga binaan yang ditahan karena kasus narkotika. Dengan kata lain, para pengguna narkotika dapat menjalani rehabilitasi diluar lapas. Sehingga harapannya kedepan lapas tidak sampai over kapasitas," jelas Fajar.
  
Sementara dalam kesempatan tersebut, dalam pencanangan zona WBK dan WBBM, Fajar juga meningkat pelayanan terhadap masyarakat lebih ditingkatkan. 

Tidak ada lagi pungutan-pungutan terhadap masyarakat termasuk kepada seluruh warga binaan. Pihaknya juga mengapresiasi pembinaan yang telah dilakukan di Lapas Kelas II B Ngawi. Terbukti dengan beberapa karya yang dihasil para warga binaan selama berada dalam lapas. (yos) 
 

Berita Terkait

Lapas Over Kapasitas, Pemerintah Bakal Terapkan Rehabilitasi Bagi Pengguna Narkoba

Napi Lapas Tuban Produksi Donat Dibalik Jeruji Besi

26 Napi Lapas Tuban Ikuti Wisuda Santri

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Berita Terpopuler
Ratusan Warga Demo Kantor Desa Protes Proyek Perpipaan
Peristiwa  7 jam

Angin Kencang Disertai Hujan Deras Rusak Puluhan Rumah Warga
Peristiwa  10 jam

Polisi Amankan Mantan Cawabup Madiun Pengedar Uang Palsu
Peristiwa  4 jam

Tak Kuat Menanjak, Truk Bermuatan Ayam Potong Nyungsep
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber