Berita Terbaru :
Bekali Karyawan Keahlian Bela Diri, Balmon Buat Dojo Kempo
Mengenal Dua Ulama Besar Pendiri NU dan Muhamadiyah Melalui Film
Machfud Arifin-Mujiaman Ajak Warga Surabaya Perangi Kecurangan di Pilwali
Ujian Hafalan Al-Quran di Tengah Pandemi
LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
KPU Surabaya Gelar Deklarasi Kampanye Damai
Pemkot Surabaya Kembali Lakukan Rapid Tes di Tempat
Ratusan Taruna-Taruni Ikuti Pelayaran Ke Pulau Terluar
Anjlok, Harga Sayur di Lumajang
Kepepet Biaya Nikah, Pemuda Asal Kupang Ini Bobol Toko
Sepuluh Tahun Bupati Sambari Mengabdi, Banyak Pembangunan Monumental di Kabupaten Gresik
Pernyataan Sikap atas Keputusan Presiden Mengangkat Eks Anggota Tim Mawar di Kementerian Pertahanan
Bermain Judi Online 5 Warga Diamankan
Seorang Gadis di Bawah Umur Digilir Tujuh Pemuda
Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
   

Akademisi Arsitektur : Warna Biru Alun-Alun Magetan Bagian Dari Simbol Kekuasaan
Life Style  Minggu, 09-08-2020 | 04:44 wib
Reporter : M.Ramzi
Akademisi Magetan, Abraham Nurcahyo.
Magetan pojokpitu.com, Akademisi menilai perubahan warna pada tembok pagar alun-alun, tak melulu soal arsitek atau seni, tetapi juga sebagai simbol sebuah rezim yang berkuasa. Seperti halnya pada zaman orde baru yang didominasi oleh warna kuning.

Tahun ini, nuansa alun-alun sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena tmebok pagar yang mengelilingi alun-alun, didominasi warna biru. Tidak seperti sepuluh tahun sebelumnya, yang didominasi dengan warna hijau.

Akademisi Magetan, Abraham Nurcahyo, menilai, warna sebuah bangunan pemerintahan, bisa dilihat dari dua sisi. Sisi arsitektur, pemilihan sebuah warna sah-sah saja, menyesuaikan dengan warna bangunan lain.

Akan tetapi apabila ditarik pada politik, warna tersebut mengacu pada simbol rezim atau kekuasaan. Layaknya pada zaman orde baru yang didominasi oleh warna kuning.

Begitu juga dengan perubahan warna biru di tembok alun-alun, pada era Suprawoto - Nanik, yang notabene diberangkatkan oleh Partai Demokrat. Menurut Abraham, masyarakat sah-sah saja memandang perubahan warna dari sisi politis atau arsitektur.

Perubahan warna dari hijau menjadi biru, dianggap hal biasa oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Magetan. Karena hanya ingin memberi nuansa baru di alun-alun, karena selama puluhan tahun didominasi warna hijau.(end)




Berita Terkait

Akademisi Arsitektur : Warna Biru Alun-Alun Magetan Bagian Dari Simbol Kekuasaan
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  22 jam

Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
Peristiwa  7 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  21 jam

LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
Opini  4 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber