Berita Terbaru :
Dishub Gelar Operasi Kestib, Tertibkan Truck Kelebihan Tonase
TNI Akan Akan Lakukan Latihan Tempur Sikatan Daya
Kabupaten Trenggalek Terapkan Lelang Ikan Online Berbasis Aplikasi, Pertama di Jawa Timur
Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Malang Kembali Tutup Jalan Ijen dan Veteran
Imam Masjid Girilaya : Machfud Arifin Pemimpin Yang Terbukti Peduli, Bukan Pemimpin Obral Janji
Waspada Bencana, BPBD Gandeng Badan Geologi Teliti Potensi Likuefaksi di Jatim
Warga Panen Ikan Saat Debit Air Waduk Dawuhan Mengering
Seorang Pemuda Ngaku Dapat Bisikan Gaib Untuk Begal Payudara Wanita
Polrestabes Surabaya Terima 100 Ribu Masker Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin
Pemkot Tutup Karanggayam, 20 Club Persebaya Mengadu dan Dukung MA-Mujiaman
Pemkab Gresik Sangat Serius Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
Euphoria Sepak Bola Usia Dini
Dewan Adat Majapahit Protes Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Sejumlah Karyawati Pabrik
Dua Pasang Calon Walikota Blitar Deklarasikan Kampanye Damai dan Sehat
Deklarasi Damai, Kampanye Pilkada Kota Surabaya Harus Sesuai Protokol Kesehatan
   

Sulap Limbah Tali Plastik Jadi Tas Bernilai Rupiah
Rehat  Sabtu, 08-08-2020 | 20:08 wib
Reporter : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Apa yang dilakukan oleh salah satu keluarga di Kabupaten Magetan ini, patut ditiru. Mereka membuat aneka kerajinan tas dari limbah tali plastik.

Biasanya, limbah tali plastik atau strapping band, dibuang begitu saja setelah digunakan. Namun tidak bagi pasangan suami istri Edi Supriyadi dan Titin Kustiwati, asal Keluarahan Selosari Kecamatan Kabupaten Magetan. Mereka justru menyulapnya menjadi tas yang bernilai rupiah.

Cara membuatnya terbilang mudah. Awalnya tali bekas yang biasanya digunakan mengikat keramik dipilih yang kondisinya masih bagus. Kemudian dipotong sesuai ukuran yang dikehendaki.

Kemudian dianyam layaknya membuat aneka kerajinan dari anyaman bambu. Butuh ketelatenan dan ketelitian agar hasilnya bagus dan memuaskan.

Menurut Edi, sudah menekuni pembuatan tas dari tali ini, dalam setahun terahir. Untuk bahan bakunya ia beli dari madiun, seharga Rp 2 ribu perkilogram. "Butuh dua kilogram untuk membuat tas berukuran sedang. Sedangkan untuk tas kecil hanya butuh satu kilogram tali bekas," kata Edi.

Hasil karyanya, berupa tas, tempat sampah, tempat baju kotor. Biasanya dijual dengan harga bermacam-macam. Mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu tergantung ukurannya. Hasil kerajinan tangannya biasanya dipajang di toko miliknya, dititipkan ke toko orang lain, atau secara online.

Tak terpaku dengan ukuran dibuat, ia juga menerima pesanan apabila ada konsumen yang ingin membuat tas, atau tempat baju kotor,dengan ukuran sesuai permintaan pemesan. (pul


Berita Terkait

Musim Kemarau, Peternak Manfaatkan Limbah Pertanian Sebagai Pakan Ternak

Limbah Masker Medis Berserakan di Samping Rumah Sakit Covid

Difabel Ubah Limbah Kayu Jadi Miniatur Truk

Pakar Ingatkan Pentingnya Disinfeksi Masker sebelum Dibuang
Berita Terpopuler
Puluhan Santri Pesantren Terpapar Covid 19
Covid-19  11 jam

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Peristiwa  8 jam

Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  17 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  23 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber